Buntut Podcast KDM, Massa Ormas Laung Kuning Banjar Datangi Ditkrimsus Polda Kalsel

Banjarmasin, Duta TV – Sejumlah perwakilan organisasi masyarakat Laung Kuning Banjar dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalimantan Selatan pada Jumat pagi (25/07/25).
Kedatangan para pengurus Ormas Laung Kuning Banjar ini untuk menyampaikan laporan terkait pernyataan seorang narasumber dalam podcast KDM atau Kang Dedi Mulyadi.
Dalam potongan podcast berdurasi 1 menit 38 detik yang diunggah ke platform TikTok itu, narasumber diduga menyebut masyarakat Kalimantan, khususnya suku Banjar, sebagai pemalas.
Pernyataan tersebut dinilai mencederai identitas dan martabat masyarakat Banua.
Selain melaporkan ke pihak berwajib, perwakilan massa juga membacakan pernyataan sikap. Mereka menuntut klarifikasi dan pertanggungjawaban atas video yang telah viral tersebut.
“Tujuan ke sini kami mewakili Laung Kuning Banjar menindaklanjuti video yang meresahkan, terkait penghinaan terhadap suku Banjar. Kami laporkan dan diskusikan ke Ditkrimsus Polda Kalsel. Kita ingin pelaku ini ditindak sesuai hukum yang berlaku. Ini SARA dan menimbulkan perpecahan. Kita urang Banjar itu cinta damai,” ungkap Abdul Haris Effendi, Ketua Laung Kuning Banjar DPC Banjarbaru.
Pihak Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalsel, AKBP Riza Mutaqien, menyatakan laporan tersebut akan dipelajari lebih lanjut, terutama terkait ada atau tidaknya unsur pidana dan kesengajaan dalam pernyataan yang dilaporkan.
“Ditkrimsus tadi telah memberikan masukan terkait dengan apakah kira-kira memenuhi unsur pidana. Tentu kita akan melihat adanya niatan jahat dari ucapan bapak yang ada di podcast tersebut. Kalau dilihat dari penyampaian Pak KDM, beliau bersyukur dan menyebut suku di Kalimantan ini bahwa memang Kalimantan Selatan sangat subur alamnya,” tegasnya.
Dalam pernyataannya, massa juga mengimbau masyarakat Banjar untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi demi menjaga persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Reporter: Tim Liputan





