Berawal Kades Gugup Bicara dengan Prabowo, Besoknya Koperasi Merah Putih Tutup

Tuban, DUTA TV — Koperasi Merah Putih di Desa Pucangan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jawa Timur menjadi sorotan. Sehari setelah peresmian serentak oleh Presiden Prabowo Subianto, koperasi tersebut tutup.
Pemicunya karena pihak rekanan merasa tidak dihargai.
Kades Pucangan Santiko minta maaf lantaran lupa menyebut peran PT Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat dalam mewujudkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di desa tersebut.
Dia mengaku saat itu gugup ketika sedang berdialog secara daring bersama Presiden Prabowo Subianto, dalam acara peresmian kelembagaan 80.081 Koperasi Desa Merah Putih, Senin (21/7).
Imbasnya, pihak Sunan Drajat merasa kecewa dan memutus kontrak kerja sama serta menarik semua asetnya yang berada di desa tersebut.
Santiko berharap kerja sama dengan pihak Sunan Drajat kembali terjalin lagi untuk penguatan perekonomian desa. Selain itu, saat ini stok produk barang yang berada di gerai sembako merah putih di wilayahnya masih minim.
“Sudah hampir dua tahun berjalan. Ke depan kami harap bisa kembali dilengkapi dan diperkuat,” harap Santiko yang juga Ketua Pengawas KDMP di Desa Pucangan tersebut, Rabu (23/7).
Selain itu, Santiko juga menyampaikan komitmennya untuk terus ikut menyukseskan Koperasi Merah Putih yang menjadi program prioritas Presiden Prabowo.
Sebab, lewat program itu dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat dan menciptakan kemandirian perekonomian desa.
Imbas dari persoalan ini, barang-barang dagangan yang berada di gerai sembako KDMP di Desa Pucangan, milik mitra kerja sama, PT Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat (PPSD), ditarik keluar, Selasa (22/7).
Bahkan, properti yang menghiasi koperasi itu juga dibongkar setelah sehari diresmikan Presiden Prabowo Subianto. Termasuk, papan nama yang bergambar Prabowo ikut diturunkan.(lip6)





