The Jumpa Square, Pusat Kuliner Halal Pertama di Kalsel

Banjarmasin, Duta TV – Bank Indonesia Kalimantan Selatan melaunching pusat kuliner halal pertama di Kalsel. Pusat kuliner halal itu berlokasi di The Jumpa Square kawasan Belitung.

Pusat kuliner halal ini diberi nama Zona KHAS, kepanjangan dari Kuliner Halal, Aman, dan Sehat. Zona KHAS dilaunching dalam gelaran Festival Ekonomi Syariah atau Fesyar Banua 2025. Kepala Bank Indonesia Kalsel mengatakan, Zona KHAS merupakan komitmen Bank Indonesia untuk mendukung dan mengembangkan ekonomi syariah di Kalimantan Selatan.

Ada tiga pilar yang dilakukan Bank Indonesia untuk merealisasikan pengembangan ekonomi syariah di Kalsel, yakni meliputi penguatan ekosistem produk halal, penguatan keuangan syariah, serta penguatan literasi, inklusi, dan lifestyle.

“Posisi strategis Banua yang memiliki kekayaan produk lokal, basis sosial yang religius, serta semangat pelaku UMKM menjadi kekuatan untuk mengembangkan sektor halal dan ekonomi berbasis syariah yang komprehensif. Namun, kita masih menghadapi beberapa tantangan, di antaranya adalah tingkat literasi ekonomi syariah yang masih perlu terus didorong. Lalu, adanya keterbatasan akses terhadap pembiayaan syariah yang produktif, serta ekosistem kelembagaan dan digitalisasi ekonomi syariah yang belum merata. Hal ini menjadi perhatian kita semua, mulai dari Pemda, otoritas, pelaku usaha, akademisi, pesantren, dan masyarakat luas untuk terus memperkuat sinergi mengembangkan ekonomi syariah,” jelas Fadjar Majardi, Kepala Bank Indonesia Kalsel.

Sementara, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdaprov Kalsel, Miftahul Chair, menyampaikan komitmennya untuk menumbuhkan perekonomian di Banua yang berkah dan berkelanjutan.

“Saya menyambut baik acara ini. Saya yakin masyarakat turut merasa antusias atas gelaran puncak Festival Ekonomi Syariah Banua yang juga dirangkaikan dengan ceremony kick-off Zona KHAS pertama di Kalsel. Dalam gelaran Fesyar Banua ini, Bank Indonesia mengajak para undangan untuk melakukan Gerakan Wakaf Digital Berjamaah, yakni bersedekah melalui sistem pembayaran digital dan berbasis syariah,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil survei, tingkat literasi syariah Indonesia baru berkisar 28 persen dari target nasional 50 persen. Kendalanya, banyak masyarakat yang belum memahami prinsip ekonomi syariah dan belum optimalnya sinergi antar ekosistem halal.

Reporter: Evi Dwi Herliyanti

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *