Warga Malaysia Teridentifikasi sebagai Korban Tenggelam KMP Tunu Pratama

Surabaya, DUTA TV — Tiga jenazah korban KMP Tunu Pratama Jaya yang ditemukan dari tiga lokasi berbeda Rabu (9/7) hingga Kamis (10/7) akhirnya teridentifikasi.

Usai ditemukan ketiga jenazah tersebut kemudian dibawa ke RSUD Blambangan, Banyuwangi, untuk menjalani proses identifikasi. Setelah serangkaian tahapan forensik dilakukan, tim DVI Polri akhirnya berhasil mengungkap identitas ketiga jenazah.

“Jenazah pertama atau korban ke-41, yang ditemukan pada Rabu (9/7) di sekitar Pantai Pebuahan, berhasil diidentifikasi atas nama Novan Hardiansyah (14), warga Singojuruh, Banyuwangi. Korban diketahui mengenakan kaus hitam dan celana pendek biru,” kata Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Muda TNI Ribut Eko Suyatno di Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, Jumat (11/7).

Sementara itu, jenazah kedua atau korban ke-43, yang ditemukan pada malam hari di perairan Pantai Perpat Sembulungan, teridentifikasi atas nama Sofian Wibowo (18), warga Banjarnegara, Jawa Tengah. Ia mengenakan kaus hitam dan celana pendek jeans biru.

Adapun jenazah yang ketiga adalah warga negara asing (WNA) asal Malaysia.

“Kemudian jenazah ketiga, atau korban ke-45, yang ditemukan di perairan Pantai Perancak, Bali. Korban teridentifikasi sebagai Fauzey bin Awang (55), warga negara Malaysia, dengan ciri-ciri mengenakan celana jeans biru, baju kotak-kotak hitam merah, dan sepatu Converse,” ucapnya.

Komandan Gugus Tempur Laut Koarmada II Laksamana Muda TNI Endra Hartono menjelaskan, KRI Spica 934 telah melakukan rekonfirmasi terhadap sebuah objek yang ditemukan di dasar laut pada hari sebelumnya.

“Dari hasil penurunan kamera bawah air, diperoleh gambaran visual objek pada kedalaman sekitar 49-52 meter. Objek tersebut memiliki dimensi panjang sekitar 69,7 meter dan lebar 11,6 meter” kata Endra.

Tim juga mencatat kondisi arus di lokasi tersebut sangat bervariasi. Saat kamera hendak diturunkan lebih dalam, arus diketahui mencapai kekuatan lebih dari 3 knot, menyulitkan proses pemindaian lanjutan.(cnni)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *