Mangkrak 8 Tahun, Mesin Pengering Padi Di Tambak Sirang Dibongkar

Martapura, DUTA TV —Dinding gudang mesin dryer atau pengering gabah di Desa Tambak Sirang dengan kondisi dinding seng aluminium mulai dibongkar setelah selama 8 tahun tidak pernah difungsikan oleh gabungan kelompok tani di desa itu.

Mesin pengering gabah berkapasitas 10 ton tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian agar proses produksi beras tidak terkendala oleh musim hujan, karena pengeringan gabah bisa dilakukan dengan memanfaatkan mesin dryer.

Berdasarkan informasi, mesin dryer gabah itu sudah diminta secara formal oleh Gapoktan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, dengan target bisa memaksimalkan produktivitas pertanian. Sehingga seluruh biaya bongkar pasang, angkutan seluruh mesin dan material gudang menjadi tanggung jawab Gapoktan di HST.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel, Syamsir Rahman, pihaknya sudah memberikan rekomendasi salah satu Gapoktan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah untuk memanfaatkan mesin dryer gabah di Desa Tambak Sirang agar dibongkar dan dimanfaatkan secara optimal dengan tujuan meningkatkan produktivitas pertanian. Dan pihaknya akan melakukan hal yang sama apabila bantuan dari kementerian dan Provinsi Kalsel tidak dimanfaatkan.

“Kami akan memprioritaskan kabupaten yang serius menerima dan mengelola bantuan,” tegas Syamsir Rahman.

Sedianya, bantuan mesin pengering padi di Tambak Sirang, Kabupaten Banjar, yang bernilai Rp600 juta ditujukan untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Namun kenyataannya tidak dimaksimalkan hingga alat tersebut mangkrak selama 8 tahun.

Reporter: Tarida Sitompul

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *