OJK Rilis 2.000 Kantor Cabang Bank Tutup Dalam Sebulan

Jakarta, DUTA TV — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan tren penurunan kantor cabang perbankan merupakan langkah yang didasarkan oleh keputusan bisnis masing-masing bank.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae menyebut tren tersebut akan terus berlanjut seiring dengan meningkatnya adopsi teknologi digital informasi yang semakin masif, yang mengubah perilaku masyarakat terhadap layanan bank.
“Adopsi teknologi digital dalam layanan perbankan memungkinkan nasabah mengakses layanan kapan saja dan di mana saja, sehingga meminimalisir pemanfaatan layanan kantor bank dalam hal tidak produktif dan memiliki volume transaksi yang rendah,” ujar Dian dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat (13/6/2025).
Ia melanjutkan, jumlah kantor cabang bank umum di Indonesia terus mengalami penurunan seiring dengan percepatan adopsi teknologi digital di sektor keuangan. Menurut Dian, penutupan cabang ini merupakan bagian dari strategi bisnis masing-masing bank dalam merespons perubahan perilaku dan ekspektasi nasabah yang kini lebih memilih layanan perbankan digital.
Terkait dampak tenaga kerja, ia menyebut proses penutupan cabang yang berdampak pada pengurangan pegawai telah diantisipasi melalui program pelatihan ulang (retraining) dan realokasi ke unit bisnis lain dalam lingkup bank. Hingga saat ini, Dian mengatakan potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal tidak menimbulkan persoalan besar karena bank-bank disebut telah mematuhi aturan ketenagakerjaan, termasuk dalam hal pemberian kompensasi yang layak bagi pegawai terdampak.
Berdasarkan Statistik Perbankan Indonesia bulan Februari yang dirilis OJK, jumlah kantor bank mengalami penurunan signifikan dari 23.853 pada bulan Januari 2025, menjadi 21.130 pada bulan Februari 2025. Artinya, jumlah kantor dari seluruh bank di Indonesia telah berkurang 2.723 unit dalam sebulan.(cnbci)





