DPRD Dukung Percepatan Renovasi Stadion 17 Mei

Banjarmasin, Duta TV – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK, menyatakan dukungannya terhadap percepatan renovasi Stadion 17 Mei. Ia memastikan DPRD siap mendukung dari sisi penganggaran kapan pun proyek kembali dilanjutkan.
Menurutnya, keberadaan fasilitas olahraga sangat dibutuhkan oleh masyarakat Kalimantan Selatan. Karena itu, pihaknya mendorong agar dinas terkait segera bergerak cepat menyelesaikan proses renovasi stadion pada tahun ini.
Terlebih, Stadion 17 Mei direncanakan akan disulap menjadi fasilitas olahraga modern. Tak hanya untuk menggelar pertandingan Liga 1, stadion ini juga diproyeksikan menjadi tuan rumah ajang nasional hingga internasional.
“Kurasa itu lebih cepat lebih baik karena angan-angan masyarakat seolah-olah jadinya DPRD tidak mengusulkan karena terlantar bangunan itu. Kalau nanti ada yang tidak terlalu urgent, lebih baik prioritaskan yang dibutuhkan. Contoh misalnya banyak di dinas-dinas ada SILPA, nanti bisa dialihkan,” kata Supian HK.
Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, menegaskan bahwa renovasi Stadion 17 Mei merupakan salah satu janji kampanye yang akan diwujudkan. Proyek renovasi stadion ini sendiri telah dimulai sejak tahun 2019 dan terus berlanjut.
“Tentunya itu adalah janji kami saat kampanye. Janji adalah hutang. Kita sudah berjanji kepada masyarakat Kalsel. Oleh karena itu, semampu kami selama lima tahun kepemimpinan kami akan mewujudkan hal tersebut. Stadion itu tidak hanya untuk sepak bola saja. Kita berpikir bahwa suatu saat kita punya cita-cita jadi tuan rumah PON, kegiatan yang sifatnya nasional bahkan internasional,” ujar Hasnuryadi.
Wakil Gubernur juga telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalimantan Selatan untuk segera membenahi sejumlah aspek penting, seperti kondisi lapangan yang tidak rata, rumput liar, akses pintu masuk, serta sistem keselamatan.
Stadion tersebut juga ditargetkan menjadi tempat penyelenggaraan kompetisi usia muda seperti Elite Pro Academy, yang kemudian dilanjutkan dengan Liga 1 Indonesia.
Reporter : Evi Dwi Herliyanti





