Kalimantan Selatan Siaga Darurat Karhutla

DUTA TV BANJARBARU – Musuh utama Kalimantan Selatan, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat dan pemerintah, karena berdampak terhadap ekonomi.
Seiring dengan meningkatnya suhu di musim kemarau, menjadi ancaman serius terhadap lahan gambut dan lahan kritis yang ada di banua.
Bahkan 2 kabupaten, yakni tanah laut dan batola yang sudah menyatakan status siaga darurat, sehingga gubernur Kalsel mengambil langkah untuk menetapkan status yang sama.
Banjar dan Banjarbaru Diminta Tetapkan Status Siaga
Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel juga mengimbau 2 daerah rawan kebakaran hutan dan lahan yakni kabupaten banjar dan kota Banjarbaru, agar segera menetapkan status siaga Karhutla.
Dari data tahun 2018 kota Banjarbaru, merupakan daerah yang paling banyak terjadi Karhutla yakni 253 kali dengan luas lahan terbakar 650,57 hektar, sedangkan kabupaten Banjar menjadi wilayah dengan luas lahan yang terbakar di tahun 2018 lalu, yakni mencapai 854,4 hektar di ikuti tapin 764,15 hektar.
“Pemerintah provinsi sudah menetapkan siaga darurat Karhutlah, terhitung 1 Juni hingga 30 Oktober 2019, karena ada 2 kabupaten yang sudah menetapkan status siaga yaitu kabupaten Tanah Laut dan kabupaten Barito Kuala. Sehingga kami sudah memulai tahapan-tahapan sosialisasi kepada masyarakat dengan memasang baliho kemudian membagi brosur dan lain-lain,†terang Wahyudin kepala BPBD Kalsel.
Apalagi luas lahan yang terbakar banyak di lahan yang tidak terjangkau oleh armada kendaraan maupun penanggulangan lewat darat.
Reporter : Tarida Sitompul





