Longsor di Jalur Ke Puncak, Ekowisata Hutan Meranti Sempat Ditutup

DUTA TV KOTABARU – Tanah longsor terjadi di kawasan ekowisata hutan meranti di Desa Sebelimbingan Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru akibat curah hujan tinggi Sabtu (8/6) lalu.
Ada empat titik longsor di sepanjang jalur menuju puncak meranti kondisi ini membuat jalan tertutup longsor sepanjang 300 meter, pihak pengelola pun menutup objek wisata ini untuk melakukan pembersihan material longsor.
Pada Minggu (9/6) siang wisatawan sudah kembali dibolehkan berkunjung setelah kondisi dipastikan aman, namun untuk kendaraan tidak diperkenankan naik sampai ke puncak karena penanganan paska longsor masih berlansung dan jalanan masih licin.

“Dari kemarin kita lakukan pembersihan sampai hari ini, kita datangkan ekskavator untuk menggali sisa longsoran tanah, dari tadi pagi jalan kita tutup untuk pengendara motor dan pejalan kaki sudah dibolehkan berkunjung,†ucap Fahriadi, Kasi INV RPPLH KLHS Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kotabaru.
Di tengah kondisi ini tingkat kunjungan masyarakat ke ekowisata hutan meranti tetap tinggi, bahkan mereka rela berjalan kaki sejauh kira-kira 1 kilometer untuk ke puncaknya.
Tak sedikit dari mereka yang datang dari luar daerah, sehingga alasan ini pula yang membuat pengelola objek wisata di bawah Dinas Lingkungan Hidup daerah Kabupaten Kotabaru ini mengizinkan pejalan kaki ke puncak meranti.
“Ini kaka dari Banjar belum pernah ke sini jadi saya ajak ke sini,  tidak terlalu khawatir, karena tadi sudah dibolehkan petugasnya asal jalan kaki katanya, kalo sudah boleh ya aman aja,†tutur Maria, salah satu pengunjung.

Hari ini jalur menuju puncak meranti sudah kembali normal, penutupan bisa kembali diberlakukan sewaktu-waktu tergantung kondisi cuaca, selain longsor di kawasan ini juga terdapat pohon-pohon besar yang berpotensi membahayakan pengunjung saat hujan dan angin kencang.
Reporter : Nazat Fitriah





