BPKPAD Dapati Dugaan Setoran Fiktif dan Pemalsuan Tanda Tangan

Banjarmasin, DUTA TV — Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Asli Daerah atau BPKPAD Banjarmasin, menemukan dua dokumen setoran pajak diduga fiktif atau palsu, tepat di akhir tahun tadi.

Dua dokumen setoran pendapatan daerah tersebut, diketahui merupakan setoran dari pajak reklame.

Bukti setoran itu diduga palsu lantaran masih menggunakan nama Bakeuda dan diduga memalsukan tanda tangan Kepala BPKPAD.

Selain itu, jumlah setoran yang semuanya berjumlah lebih dari 20 juta, tidak pernah masuk dalam keuangan daerah.

Kepala BPKPAD Kota Banjarmasin, Edy Wibowo, menjelaskan pihaknya saat ini masih mencoba melakukan komunikasi kepada pihak terkait untuk mencari jalan keluar dan mengkonfirmasi temuan, dan kalau memang tidak ada jalan keluar dan itikad baik maka temuan akan diserahkan ke ranah  hukum.

“Di akhir tahun tadi kami menerima laporan pajak reklame dan kita temukan ada dua dokumen yang kita duga palsu dan fiktif. Karena kenapa mereka masih menggunakan nama Bakeuda dan memalsukan tanda tangan saya serta setelah kita cek ternyata setoranya belum masuk. Jadi kita masih melakukan pemeriksaan dan akan menjalani etikat baik dulu dengan pihak tersebut kalau memang mengakui akan kita selesaikan dan kalau tidak akan kita serahkan ke aparat penegak hukum karna ini sudah memalsukan dan meyalahgunakan,” kata Edy Wibowo, Kepala BPKPAD Kota Banjarmasin.

Sementara itu, pihak DPRD Kota Banjarmasin, meminta BPKPAD bisa segera mengecek dokumen lainnya, terutama dokumen yang sama dalam bulan sebelumnya dan berharap kasus ini bisa diselesaikan dengan baik.

“Jadi ini memang ada kami dengar saat melakukan rapat anggaran tadi dan ini fatal. Kami minta ini diselidiki dan BPKPAD bisa mencek dokumen sebelumnya kalau ada ditemukan lagi. Tapi kita minta di selesaikan dulu kalau tidak bisa ya harus di bawa ke pihak yang berwajib,” ucap M Yamin, Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin.

Pihak BPKPAD berencana akan melakukan pengecekan dokumen ke bulan sebelumnya, untuk memastikan ada tidaknya dugaan pemalsuan lain.

Reporter : Ade Yanuar

Asiah

Uploader.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *