ISPA di Kabupaten Banjar Tertinggi se-Kalsel, Dalam Sebulan Naik 226 Kasus

BANJARMASIN, DUTA TV – Kasus infeksi saluran pernafasan akut atau ISPA di Kabupaten Banjar tercatat tertinggi se Kalimantan Selatan (Kalsel). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kalsel, dalam sebulan, jumlah kasus ISPA di Kabupaten Banjar naik drastis dari 93 kasus di bulan Juni menjadi 319 kasus di bulan Juli.
Peningkatan jumlah ini diduga karena tingginya intensitas kebakaran lahan yang berdampak pada buruknya kualitas udara. Namun demikian, Pelaksana Harian (PLH) Kepala Dinas Kesehatan Kalsel menyebut ISPA tidak hanya menyebabkan oleh kabut asap, melainkan juga faktor-faktor lain yang tidak bisa diprediksi.
“Terkait dengan penderita ISPA di Kalsel dari Januari sampai Juli, jika saya melihat dari tiap bulannya, tidak ada kenaikan, kecuali di Kabupaten Banjar di bulan Juli ada kenaikan yang cukup tinggi,” kata Sukamto PLH Kadinkes Kalsel.
Meski begitu, Dinkes Kalsel tetap meminta warga waspada dan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Sebaran kasus ISPA tidak hanya terjadi di Kabupaten Banjar, tetapi juga di kabupaten-kabupaten lain di Kalsel. Per Juli, jumlahnya sudah tercatat mencapai 8696 kasus.
Bulan Juni 93, bulan Juli 319. Kalau yang lain hampir sama. Kemudian, kita perlu ingat ISPA itu berbagai macam, seperti batuk, pilek, flu, bersin-bersin. ISPA ada yang disebabkan oleh bakteri, virus, dan ada sebagian karena cemaran udara.
“Mungkin debu atau kabut asap akibat kebakaran hutan. Tapi sekali lagi, di provinsi datanya tidak terinci apakah ISPA karena asap atau tidak. Tentunya kami masih akan telaah lagi,” tambah Sukamto.
Selain waspada terhadap ISPA, Dinkes Kalsel juga telah meningkatkan koordinasi dengan seluruh puskesmas di 13 kabupaten/kota untuk mengantisipasi penyakit yang muncul di musim kemarau, yakni diare.
Namun, demikian, hingga saat ini, Dinkes Kalsel belum menerima laporan angka warga yang diserang diare akibat kekeringan.
Reporter : Evi Dwi Herliyanti – Aulia Tasya





