Kebakaran di Gunung Tempurung, Polisi Dalami Dugaan Unsur Kesengajaan

Kotabaru, Duta TV — Kebakaran terjadi di Jalan Gunung Karya Sari, Kelurahan Baharu Selatan, Kecamatan Pulau Laut Sigam, Kabupaten Kotabaru pada Kamis malam (10/08/2023) sekitar pukul 20.00 WITA.
Api melalap sebuah rumah kayu berlantai dua yang dihuni oleh lima orang anggota keluarga hingga habis terbakar dan hanya tersisa puing-puing.
Setelah sekitar 30 menit, kebakaran di kawasan padat penduduk yang juga kerap disebut Gunung Tempurung ini berhasil dikendalikan. Namun, tak ada barang di dalam rumah yang berhasil diselamatkan.
Pemilik rumah, Anton, mengaku tidak mengetahui asal muasal api karena rumah dalam keadaan kosong.
“Rumah ini kosong, ditempati tapi orang-orangnya kan sibuk begawi. Dari kawan ada yang menelepon, langsung kita meluncur ke sini. Kita kurang tahu lagi, biar kepolisian aja,” ujar Anton.
Sementara itu, sekitar satu jam sebelumnya, kebakaran hampir menghanguskan sebuah rumah lain yang berjarak beberapa meter dari lokasi tersebut. Beberapa anak-anak yang baru pulang dari salat maghrib di masjid melihat kepulan asap dari bagian belakang rumah milik seorang warga bernama Amat.
Namun, api berhasil cepat dipadamkan sehingga hanya membakar lantai dan barang-barang tak terpakai dalam ruangan yang difungsikan sebagai gudang, seperti buku-buku dan pakaian.
Pasca dua peristiwa kebakaran yang terjadi dalam waktu berdekatan ini, isu adanya unsur kesengajaan pun mulai berkembang di tengah masyarakat. Namun, demikian, penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian sejauh ini belum menemukan bukti-bukti kuat atas dugaan tersebut.
“Penyelidikan kami sementara bahwa ini kemungkinan disebabkan korsleting listrik. Tadi malam sampai pukul dua dinihari kami melakukan penyelidikan, memang belum ditemukan adanya unsur kesengajaan, tapi apabila nanti ada perkembangan akan kami kabarkan kepada masyarakat,” ungkap IPDA M Rifani, Kapolsek Pulau Laut Utara.
Untuk memastikan penyebab kebakaran ini, pihak kepolisian akan terus melanjutkan penyelidikan dan berencana untuk kembali melakukan olah tempat kejadian perkara.
Reporter: Nazat Fitriah





