Dewan Dorong Pengembangan Industri Melalui Sertifikasi Halal

Banjarbaru, DUTA TV — Anggota komisi III DPRD Kalsel H. Muhammad Isra Ismail, mendorong pengembangan industri di Kabupaten Banjar, melalui sertifikasi halal. Pasalnya dengan memiliki jaminan halal pada hasil industrinya, pemasaran produk olahan industri kecil menengah di dapilnya itu, mampu meningkat dan berdaya saing.
Dorongan itu juga disampaikan wakil rakyat dari Fraksi Golkar ini, melalui Perda No. 19 tahun 2018 tentang rencana pembangunan industri Provinsi Kalsel tahun 2018-2038. Isra mengakui, isi dari Perda ini, mencakup seluruh langkah, teknis dan upaya pemerintah dalam rangka mengembangkan industri yang ada di Kalsel, tak terkecuali industri di Kabupaten Banjar, yang kebanyakan bergelut di bidang kuliner dan kerajinan.
Mantan birokrat ini berharap, setelah diketahui masyarakat, seluruh industri yang ada didapilnya bisa meningkatkan kualitas produk olahannya dengan jaminan halal. Apalagi wilayah Kabupaten Banjar dikenal dengan daerah yang religius.
“Alhamdulillah bersyukur ulun dapat ilmu yang belum tahu soal usaha karena ulun ingin usaha kecil-kecilan, tadi ulun bertanya soal itu paham kalau ada rezeki ke Dinas Perindustrian terkait sertifikasi halal,” ucap Nur Laila, Pelaku Industri Kabupaten Banjar.
“Jadi kita bisa memotvinasi bagaimana masyarakat yang belum berusaha di bidang industri melihat potensi di sekelilingnya melihat potensi. Bagi yang sudah berusaha di industri kita informasikan bagaimana meningkatkan daya saing antara lain sertifikasi halal dan pro aktif,” ucap Kris Wibowo, PLT Sekretaris Dinas Perindustrian Kalsel
“Banyak hal-hal yang dipertanyakan berkaitan dengan usaha mereka tentunya kita menyambut baik karena kita tahu perekonomian kita harapkan meningkat dengan meningkat masyarakat sejahtera, disamping itu kita harapkan produk unggulan di daerah kita Kalsel berkembang terus bisa ditingkatkan, contohnya anyaman purun supaya bisa berkembang seperti kue usaha industri lainnya bisa terus berkembang, kita harapkan tentu Perda ini jadi pedoman baik Kabupaten/Kota dan masyarakat untuk mewujudkan industri maju dan unggul di kemudian hari,” ucap M Isra Ismail.
Sosialisasi ini menghadirkan para pelaku industri kecil menengah yang ada di Kabupaten Banjar meliputi kecamatan Sungai Paring, Indrasari dan Sungai Tabuk. Dalam kesempatan ini para pelaku industri di Kabupaten banjar juga meminta arahan, bagaimana bisa mendapatkan modal usaha dari pemerintah, dalam rangka meningkatkan kualitas produk dari hasil industrinya, salah satunya dari sisi pengemasan agar lebih menarik minat masyarakat.
Reporter : Evi Dwi Herliyanti





