Hakli Berkomitmen Turut Serta Turunkan Angka Stunting di Kalsel

Banjarmasin, DUTA TV — Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia berkomitmen ikut serta dalam menurunkan angka Stunting melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).
Hal itu disampaikan Ketua Umum Hakli, Arif Sumantri, usai melantik pengurus Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan periode 2022-2027.
Akses sanitasi yang baik diharapkan dapat mendukung perubahan perilaku hidup masyarakat yang bersih dan sehat, sehingga mampu berkontribusi pada penurunan prevalensi atau angka stunting di Kalsel.
Lima pilar program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang digaungkan tersebut, seperti stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengamanan sampah rumah tangga serta pengamanan limbah cair rumah tangga.
Dari data Kalsel sendiri menduduki angka Stunting yang cukup tinggi, yakni 30%. Dimana angka itu masih di atas presentase Nasional yaitu 24%. Hal itu juga diperparah dengan masih tingginya angka kematian ibu dan bayi.
Sementara Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kalsel, Nurul Fajar Desira menyampaikan, untuk mewujudkan penurunan angka Stunting diperlukan dukungan dan komitmen dari lintas sektor terkait mulai dari tingkat pemerintah kabupaten serta kontribusi organisasi Profesi Khususnya Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia.
Saat ini pemerintah Provinsi Kalsel juga terus menggenjot kinerjanya untuk menurunkan angka stunting, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, yang menargetkan angka stunting di seluruh daerah di Indonesia bisa berada di bawah 14% pada tahun 2024 mendatang.
Reporter : Mawardi





