5 Calon Pekerja Migran Asal HSS Dipulangkan setelah Terkatung-Katung di Bogor

Banjarbaru, DUTA TV – Lima orang wanita Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ilegal tiba di Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru dan disambut langsung oleh Kepala BPPPMI Kalsel, perwakilan Pemerintah Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, serta DPPPAKB Pemprov Kalsel, Rabu siang (04/02/2026).
Lima orang CPMI ilegal berasal dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan ini dipulangkan oleh Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BPPPMI) Kalsel setelah terlunta-lunta di Bogor, Jawa Barat, sejak awal Januari 2026 lalu.
Kelima CPMI nonprosedural hasil pencegahan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia yang dipulangkan tersebut berjenis kelamin perempuan dan rata-rata telah berumur lebih dari 40 tahun.
Sesampainya di terminal kedatangan, lima CPMI ilegal ini terlebih dahulu dibawa ke helpdesk Pekerja Migran Indonesia milik BPPPMI Kalsel yang ada di Bandara Internasional Syamsudin Noor.
Kepala BPPPMI Kalsel Ady Eldiwan mengatakan, kasus ini bermula dari pengaduan masyarakat yang diterima BPPPMI Kalsel pada 19 Januari 2026 setelah adanya laporan mengenai tiga CPMI asal Kalsel yang ditemukan terlantar di wilayah Bogor, Jawa Barat.
Dari hasil pendalaman, diketahui bahwa mereka merupakan CPMI yang dijanjikan bekerja di Arab Saudi sebagai Penata Laksana Rumah Tangga melalui jalur nonprosedural.
“Berdasarkan keterangan para korban, terungkap bahwa total terdapat 13 orang CPMI asal Kalimantan Selatan yang direkrut oleh terduga calo berinisial M atau MJ, warga Kabupaten Tanah Laut,” ujarnya.
Berdasarkan penyelidikan oleh petugas, para CPMI ini diberangkatkan dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin menggunakan kapal laut menuju Surabaya. Kemudian mereka melanjutkan perjalanan ke Jakarta dan Kabupaten Bogor, serta ditampung di beberapa lokasi tanpa kejelasan prosedur dan kepastian keberangkatan.
Reporter: Suhardadi





