4 Tahun Terendam, 200 Hektar Sawah Warga Desa Sungai Paring Tak Bisa Digarap

Hulu Sungai Selatan, DUTA TV – Empat tahun terendam, seluas 200 hektar sawah warga yang berada di Desa Sungai Paring, Hulu Sungai Selatan, tak bisa digarap. Hal itu menjadi keluhan  masyarakat saat reses yang dilaksanakan Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan, H. Kartoyo.

Dalam reses warga mengungkapkan penyebabnya adalah akibat luapan air dari ujung Irigasi Amandit. Karena kondisi itu, perekonomian masyarakat menjadi setengah lumpuh.

Setelah mendengar keluhan warga dapilnya, Kartoyo berjanji akan mendorong rapat dengar pendapat dengan pihak balai wilayah sungai terkait irigasi. ia juga akan membahas permasalahan ini bersama Balai Pelaksana Jalan Nasional terkait infrastruktur jalan.

“Untuk di Desa Sungai Paring ternyata di belakang RT 3 yang dulu bisa berkebun sekarang tak bisa lagi. Ternyata efek ujung Irigasi Amandit karena air meluap ke situ. Lalu wilayah Desa Sungai Paring terendam selama empat tahun tak bisa behuma, berkebun, tak bisa digarap lagi, dan ini akan dicari solusinya akan diusahakan karena luasnya 200 hektar,” ujar Wakil Ketua DPRD Kalsel tersebut.

Selain terkait luapan air dari irigasi amandit, masyarakat juga mengusulkan perbaikan jalan provinsi yang menghubungkan sungai kupang – singakarsa – simpang tiga kompi, termasuk perbaikan jembatan di jalur tersebut.

Masyarakat meminta agar ruas jalan itu mendapat perhatian karena merupakan akses penting antarwilayah. Selain itu, warga juga menyoroti minimnya penerangan dan rambu-rambu lalu lintas di ruas jalan dari Hulu Sungai Selatan menuju Margasari, kondisi tersebut kerap menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Tim Liputan

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *