100 Hari Kepemimpinan Kepala Daerah, Pengamat: Perlu Sinergi dan Gotong Royong Semua Pihak

Banjarmasin, Duta TV— Pemerintahan kepala daerah di Kalimantan Selatan memasuki 100 hari masa kerja, terhitung sejak dilantik 20 Februari 2025 lalu.

Sejumlah catatan dan apresiasi pun datang untuk gubernur dan wakil gubernur, wali kota dan wakil wali kota, serta bupati beserta wakil.

Pengamat pemerintahan Arif Rahman Hakim menilai bahwa masa transisi pemerintahan memerlukan waktu untuk beradaptasi dan menjalankan program-program strategis.

Meski demikian, ia mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan kepala daerah, khususnya dalam penanganan isu-isu mendesak seperti sampah dan pengembangan UMKM.

Ia menambahkan, sebagai contoh Kota Banjarmasin, yang sempat mengalami kendala dalam penanganan sampah di awal masa jabatan kepala daerah, kini mulai menunjukkan keseriusan dalam mengatasi masalah tersebut.

Arif juga menekankan pentingnya gotong royong dari semua pihak untuk memastikan keberhasilan program-program ini. Terlebih program Asta Cita pemerintah pusat berkaitan dengan makan bergizi gratis yang saat ini masih menemui sejumlah kendala serta belum bisa diterapkan di seluruh daerah di Kalimantan Selatan.

“Jelang 100 hari kerja kepala daerah di Kalimantan Selatan ini sesuatu yang tidak mudah karena bagaimanapun transisi pemerintahan memerlukan waktu untuk melakukan perubahan-perubahan dan berbagai upaya telah diupayakan, kita patut mengapresiasi, namun tentu ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan, seperti penanganan sampah di berbagai daerah, UMKM di berbagai daerah, ini jadi sorotan penting agar masalah publik ini bisa terselesaikan. Contoh Banjarmasin, di awal-awal tertatih-tatih melakukan penanganan sampah, namun kita lihat sekarang bagaimana keseriusan pemerintah untuk mengatasi sampah, ini perlu gotong royong segala pihak. Terkait pelaksanaan MBG, kita harus mencatat beberapa hal, seperti misal adanya kasus MBG di beberapa daerah, ada yang keracunan dan pihak penyedianya bagaimana. Ke depan perlu adanya peningkatan kerja sama, komunikasi, koordinasi antar pihak yang menjalankan program agar program dari pusat betul-betul bisa terlaksana,” jelasnya.

Di tengah tantangan tersebut, harapannya kepala daerah di Kalimantan Selatan dapat terus berinovasi dan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menjawab kebutuhan masyarakat, juga sejalannya program pemerintah daerah dengan pemerintah pusat demi pembangunan yang berkesinambungan.

Reporter: Nina Megasari

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *