Warga Ujung Baru, Bati-Bati, Berburu Air Bersih Akibat Sumur Kekeringan

Tanah Laut, Duta TV — Kondisi sebagian besar sumur warga di RT 7 RW 3 Desa Ujung Baru, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, mengalami kekeringan dalam dua bulan terakhir.
Air di dasar sumur, yang sedalam sembilan meter, terpantau mengering sehingga tidak bisa disedot menggunakan mesin pompa air karena airnya sangat dangkal. Ironisnya, sebagian besar warga di Desa Ujung Baru masih menggunakan air sumur untuk keperluan sehari-hari, seperti mandi, mencuci pakaian, memasak, dan bahkan untuk air minum.
Akibat sumur yang mengering, warga terpaksa berburu air ke sarana pengadaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (PAMSIMAS) yang berjarak ratusan meter dari rumah mereka.
Arifin, seorang warga, mengatakan bahwa kondisi kekeringan yang melanda kawasan Ujung Baru sudah berlangsung selama dua bulan terakhir. Karena itu, dia terpaksa harus berburu air bersih ke PAMSIMAS. Dalam sehari, Arifin mengangkut sebanyak 10 hingga 15 tangki atau jerigen air, dan mengangkutnya menggunakan gerobak arko sejauh 300 meter dari rumahnya.
Sudah 2 bulan, air sumur ga ada, kering semua, untuk keperluan masak, mandi, mencuci. Dalam sehari bisa 10 sampai 15 tangki,” ucapnya.
Sementara itu, musim kemarau tahun ini juga berdampak terhadap pertanian dan perkebunan karena lahan juga mengalami kekeringan di wilayah Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Kekeringan pada tahun ini juga memicu kebakaran lahan dan hutan atau karhutla di sejumlah kecamatan di Tanah Laut. Kawasan yang cukup parah terdampak kebakaran lahan antara lain Kecamatan Bati-Bati, Tambang Ulang, dan Kecamatan Kurau.
Reporter: Suhardadi





