Warga Tolak Pasar Wadai Ramadhan di Kawasan Bakti

Kotabaru, DUTA TV – Pemerintah Kabupaten Kotabaru berencana mengadakan Pasar Wadai Ramadan di ruas Jalan Singabana atau Kawasan Bakti Kelurahan Kotabaru Tengah. Sosialisasi telah dilakukan namun disambut penolakan warga melalui surat yang dilayangkan ke Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kotabaru selaku pelaksana kegiatan.
Menyikapi ini, mediasi pun digelar Rabu pagi di kantor Kelurahan Kotabaru Tengah dengan dihadiri belasan warga pemilik tempat usaha yang berada di sepanjang Kawasan Bakti.
Dalam mediasi ini, warga menyampaikan kekhawatiran stan pasar wadai yang nantinya dibangun di tengah jalan akan mengganggu lalu lalang kendaraan dan aktivitas bongkar muat barang. Salah satu warga, Deli, mengungkapkan kekhawatirannya terkait dampak keberadaan stan pasar terhadap aktivitas usahanya.
“Kalau ada meja di tengah apakah mobil bisa lalu lalang, kami tiap hari pikap bolak-balik mengantar barang dari ekspedisi, kalau parkir sebelum gerbang apakah orang mau diparkiri di depan tokonya, untuk mengangkut barang satu pikap itu perlu setengah jam sampai satu jam,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kotabaru, Risa Ahyani, mengatakan rencana pelaksanaan pasar wadai di Kawasan Bakti sudah melalui koordinasi lintas sektor serta tetap mengutamakan kelancaran arus lalu lintas. Kendati demikian, pemerintah tetap mendengarkan aspirasi warga dengan mempertimbangkan pemindahan lokasi pasar wadai ke kawasan Car Free Day di depan Siring Laut Kotabaru.
“Kita terima secara aspiratif dan musyawarah, kita juga sudah sampaikan ke pimpinan, jadi kita pindah rencananya ke kawasan CFD Siring, mungkin di sana jadi lebih asyik karena sambil belanja bisa ke siwalk atau wisata kuliner untuk buka puasa,” ujarnya.
Sebelumnya, Jalan Singabana atau Kawasan Bakti dipilih sebagai lokasi utama Pasar Wadai Ramadhan berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan tahun-tahun yang lewat. Kawasan ini dinilai lebih strategis karena menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat dengan tingkat kunjungan yang tinggi.
Reporter: Nazat Fitriah





