Warga Sungai Lulut Dalam Keluhkan Penyakit Kulit

Banjarmasin, Duta TV — Sejumlah warga di kawasan Sungai Lulut Dalam, RT Delapan, terlihat masih bertahan di musala yang dimanfaatkan untuk pengungsian, Kamis (08/01/26) siang.
Sebagian dari mereka terlihat memasak untuk warga lain yang mengungsi, khususnya anak-anak dan lansia.
Memasuki pekan kedua di pengungsian, warga mulai mengeluhkan sejumlah penyakit, khususnya penyakit kulit, seperti gatal-gatal dan kutu air.
Diketahui, aktivitas sehari-hari mereka terendam air banjir. Sebagian warga juga sudah melakukan pengobatan saat petugas puskesmas datang.
Namun, warga meminta agar petugas kesehatan bisa siaga setiap hari di sekitar lokasi pengungsian agar lebih mudah mendapat pengobatan. Pasalnya, jika warga yang harus ke puskesmas, jaraknya cukup jauh dari tempat mereka.
Seorang warga mengeluhkan gangguan kesehatan yang dialami akibat banjir dan berharap layanan kesehatan ditingkatkan.]
“Penyakit ni kebanyakan gatalan, kutu air, blancat. Kita teredam tarus lo, aktivitas di banyu. Ada pengobatan, ada petugas datang mandiri ada jua. Puskesmas terminal kada tiap hari jua, seminggu tiga kali. Kalau bisa setiap hari standby, supaya cepat menanganinya,” ujarnya.
Diketahui, warga memilih masih tetap bertahan di musala atau tempat pengungsian lantaran tempat tinggal mereka masih terendam banjir.
Bahkan, dari informasi yang didapat, ketinggian air di beberapa titik bisa mencapai paha orang dewasa.
Reporter: Zein Pahlevi





