UPTD PBAPL Karang Intan Diminta Tingkatkan Pembibitan Haruan dan Pepuyu

Kabupaten Banjar, DUTA TV — UPTD Perikanan Budidaya Air Payau dan Laut (PBAPL) Karang Intan Kabupaten Banjar, diminta terus meningkatkan pembibitan ikan gabus atau haruan dan batok atau pepuyu. Pasalnya, dua jenis ikan itu, termasuk komoditi yang paling banyak dicari.
Anggota Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi saat melakukan monitoring mengatakan, bukan hanya menyuplai untuk wilayah Kabupaten Banjar, UPTD PBAPL Karang Intan juga kerap mendapat permintaan dari daerah lain seperti Hulu Sungai, Tanah Laut dan Tanah Bumbu.
Apalagi permintaan semakin meningkat saat ikan laut mengalami kekosongan stok jika terjadi cuaca ekstrim. Pembudidayaan bibit dua jenis ikan ini, diharapkan lebih maksimal dan berkualitas, untuk menanggulangi berkurangnya spesies ikan lokal karena penangkapan secara ilegal.
“Nanti kedepan kita ingin masyarakat lebih mudah mendapatkan bibit itu disini dan bisa dikembangbiakkan melalui petambak kita. Permintaan dari masyarkaat banyak sekali, tidak hanya dari Kabupaten Banjar tapi 13 Kabupaten/Kota, terakhir ada mendengar permintaan dari Tanbu dan Tala waktu RDP juga disebut bahwa Hulu Sungai banyak menyetok ikan air tawar ini, saya rasa ini perlu dikembangkan agar tidak terjadi kepunahan karena penangkapan secara ilegal oleh masyarakat,” ujar Muhammad Yani Helmi.
“Sangat bagus sekali dari kunjungan dapat masukan dari beliau untuk pengembangan balai. Terutama mengenai pengembangan budidaya ikan haruan, patin, gurame, dan ikan lainnya. Selama 2022 baru pertama kali, dengan adanya kunjungan ini kami berharap pengembangan budidaya ikan bisa dilakukan secara baik,” kata Nurhasan, kasi layanan teknis UPTD PBAPL Karang Intan
Pembudidayaan dan pembibitan ikan air payau khususnya haruan ini juga terus didorong karena merupakan salah satu komoditi yang mempengaruhi inflasi. Disisi lain, haruan ini mempunyai kandungan albumin yang baik untuk dikonsumsi masyarakat Kalsel, Indonesia dan luar negeri. Sehingga, Kalsel sangat potensial untuk menjadi ekportir haruan dalam rangka pemulihan ekonomi pasca pandemi.
Tim Liputan





