UMB Siap Dirikan Prodi Kedokteran

Banjarmasin, Duta TV — Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMB) bakal mendirikan program studi kedokteran. Sejumlah persiapan juga sudah dilakukan oleh pihak kampus, di antaranya untuk sumber daya manusia dan juga pembangunan gedung baru yang berada di Kampus Tiga, di wilayah Barito Kuala.

Saat ini prosesnya, mereka sudah merekrut sejumlah dokter untuk memenuhi persyaratan. Selain itu, mereka juga sudah menyiapkan lahan untuk gedung baru Prodi Kedokteran.

Tak hanya itu, proposal untuk mendirikan prodi baru itu juga sudah dikirim ke Kemenkes.

Mereka masih menunggu visitasi atau survei dari Kemenkes terkait kelayakan atau syarat untuk Prodi Kedokteran tersebut. Diperkirakan pembangunan akan dilakukan pada tahun 2026 mendatang.

Pihak kampus saat ini juga sedang mempersiapkan untuk pendaftaran mahasiswa baru.

Rektor Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Khudzaifah Dimyati, mengungkapkan bahwa rencana tersebut telah disiapkan sejak lama oleh pimpinan sebelumnya.

“Rencana sudah lama, periode rektor yang dulu. Kami penyiapan SDM, kita dibantu RS PKU, kita dibantu 20 dokter UMB Kedokteran Banjarmasin. Yang dibutuhkan 8 dokter, mereka sudah masuk di PT lain,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan, termasuk pengajuan proposal ke Kemenkes.

“Kami sudah prepare, penyiapan SDM, gedung, dan SDM. Proposal sudah sampai di Kemenkes. Kalau sudah siap, nanti ada visitasi di Batola,” ujarnya.

Sementara, menurut PWM Kalsel dan BPH UMB, mereka sangat mendukung dengan adanya Prodi Kedokteran tersebut. Mereka juga sudah berkomunikasi dengan Pengurus Muhammadiyah di pusat terkait dengan rencana itu. Bahkan PWM Kalsel akan meningkatkan Rumah Sakit Islam milik Muhammadiyah menjadi RS pendidikan.

Ketua PWM Kalsel, Ridhani Fidzi, menyatakan dukungan penuh terhadap pendirian Prodi Kedokteran di UMB.

“Tentu kami PWM Kalsel, pemilik kami tentu sangat mendorong termasuk PT di Banjarmasin. Kami bisa mendapat amal usaha baru. Kalau ada keuntungan harus dikembalikan ke aset baru. Sudah lama kita rencanakan karena mendapat dukungan dari pusat. Kita sebagai penyelenggara sangat mendorong,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya fasilitas rumah sakit sebagai pendukung pendirian program studi tersebut.

“Terkait fasilitas, dalam kaitan mendirikan prodi adalah RS. Kita tingkatkan RS Islam jadi RS pendidikan. RS juga berbenah,” tambahnya.

Ketua BPH UMB, Hesly Junianto, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh inovasi yang dilakukan Universitas Muhammadiyah Banjarmasin.

“Sudah barang tentu BPH ini mitra UMB. Adanya inovasi jelas kami mendukung dan ada konsultasi memberikan masukan UMB ini,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa promosi dan sosialisasi terus dilakukan seiring dengan rencana pembukaan fakultas baru.

“Karena ini fakultas baru, kita banyak promosi dan sosialisasi di UMB ini. Bukan hanya BPH saja, tapi juga akademisi juga memberikan sosialisasi,” tambahnya.

Sementara, belum lama tadi UMB juga menerima penghargaan terbaik kedua sebagai perguruan tinggi swasta dalam implementasi tridharma bidang pembangunan keluarga dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

Reporter: Zein Pahlevi

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *