Temulawak Sani Laris Manis Saat Ramadhan, Melegenda Tiga Generasi

Martapura, Duta TV — Minuman tradisional Temulawak Sani khas Martapura cukup diminati warga untuk menu berbuka puasa di saat Ramadhan.
Temulawak Sani merupakan produk jamu herbal yang diproduksi secara tradisional dan sudah dilakukan turun-menurun hingga generasi ketiga, atau sampai saat ini sudah bertahan 50 tahun.
Sesuai namanya, minuman tradisional ini berbahan dasar dari tanaman herbal temulawak yang dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, mulai dari meningkatkan daya tahan tubuh, memperbaiki nafsu makan, melancarkan pencernaan, hingga menjaga kesehatan hati.
Proses produksi minuman herbal dimulai dengan menyimpan umbi temulawak menjadi irisan tipis, kemudian dijemur hingga kering, dan disimpan dalam karung.
Lantas, irisan rimpang temulawak direbus menggunakan dandang bersama gula dan tambahan beberapa rempah.
Saat memasuki bulan Ramadhan menjadi berkah tersendiri bagi pengrajin Temulawak Sani yang diproduksi secara besar-besaran. Bahkan, dalam sehari rata-rata memproduksi 5.000 liter.
Minuman temulawak cukup nyaman disajikan dalam kondisi hangat maupun dingin dan diproduksi dengan resep tradisional turun-temurun.
Temulawak Sani merupakan minuman herbal tanpa bahan pengawet berbahaya. Rasanya yang khas dan menyegarkan justru menjadi daya tarik tersendiri bagi para penikmat minum di bulan puasa.
Seorang pelanggan Temulawak Sani, Muhammad Samy, mengatakan, “Ulun randak membeli pas bulan puasa, karena pas buka puasa nyaman minum temulawak segar. Karena seharian berpuasa uyuh, jadi segar.”
Menurut Saidin selaku pengrajin Temulawak Sani, minuman tradisional temulawak merupakan warisan dari kakeknya secara turun-temurun. Saidin mengatakan, “Produksi di bulan puasa sehari 5.000 liter, kalau hari biasa sedikit saja. Produksi sudah 50 tahunan mulai kai (kakek). Khasiat melancarkan nafsu makan. Untuk oba, pertama dijemur terus dijarang (direbus). Kalau sudah kering disimpan sampai 7–8 bulan, mulai subuh sampai sore.”
Dengan manfaat kesehatan tersebut, Temulawak Sani membuktikan bahwa minuman jamu yang diproduksi secara tradisional mampu bersaing di pasaran dengan mempertahankan cita rasa khas lokal dan tanpa bahan pengawet.
Reporter: Suhardadi





