Tak Hanya Pejabat, Petugas Haji juga akan Jalani Retret

Jakarta, DUTA TV – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyiapkan pola pendidikan dan latihan (Diklat) terpadu dengan pendekatan semi-militer, bagi calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi.
Para petugas nantinya akan mengikuti pola pelatihan intensif layaknya ‘masuk barak’ untuk membentuk karakter, disiplin, kesiapan fisik dan mental pelayanan
“Pelatihan ini dirancang melibatkan berbagai instrumen lintas sektor, mulai dari TNI, Polri, hingga tenaga kesehatan sebagai bagian dari penguatan sistem pembinaan petugas haji yang profesional dan berdaya tahan tinggi di lapangan,” ujar Anggota Tim Pokja Diklat PPIH 2026 Masehi, Letkol Arm Tulus Widodo dalam keterangannya, dikutip Senin (5/1/2026).
Pelatihan ke depan akan terfokus pada Binjas (pembinaan jasmani) sebagai faktor penunjang utama dengan kesehatan sebagai aspek yang paling fundamental.
“Faktor utama dalam mendukung pelaksanaan tugas PPIH adalah kesehatan. Karena itu, kegiatan Binjas kami susun secara terprogram dan terarah sesuai arahan Bapak Menteri,” tutur Tulus.
Tahapan pelatihan meliputi jalan sehat, senam kebugaran, hingga latihan baris-berbaris, yang difokuskan untuk membentuk karakter dan disiplin petugas.
“Pelatihan ini bisa dikatakan seperti semi-militer. Tapi perlu ditegaskan, ini bukan menjadikan petugas sebagai militer, melainkan pendekatan semi-militer untuk membentuk karakter, disiplin, dan rasa bangga dalam melaksanakan tugas sebagai petugas haji,” tegasnya.
Ia berharap, penyelenggaraan haji di bawah Kementerian Haji dan Umrah RI pada tahun 1447 Hijriah dapat berjalan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Harapan utama kami tentu pelaksanaan haji ke depan harus lebih baik,” tuturnya.
Dengan pelatihan ini, Kemenhaj ingin mewujudkan pelayanan maksimal yang dibekali attitude, skill dan knowledge.(kom)




