Susul Jepang, Krisis Populasi Bikin Sekolah di Hongkong Tutup

Jakarta, DUTA TV — Setidaknya satu sekolah di Hong Kong terancam tutup pasca pendaftaran kelas Primary One tercatat kosong, imbas penurunan populasi siswa menurut anggota parlemen yang mewakili sektor pendidikan.

Otoritas setempat memprediksi penurunan populasi siswa bakal terjadi signifikan berdasarkan tren penyusutan angka kelahiran mencetak rekor terendah. Pada tahun 2022, hanya ada 32.500 bayi baru lahir.

Legislator Chu Kwok-keung pada hari Senin mengatakan dua sekolah telah meminta bantuan darinya setelah mereka gagal memenuhi kuota 16 siswa untuk membuka kelas baru. Namun, satu hari setelahnya, pemerintah yakni dinas pendidikan setempat tetap memperbolehkan salah satu sekolah berjalan di tengah minimnya murid.

Menurut Chu, saat ini populasi murid baru amat sedikit di sekolah dasar. Dalam sebuah surat kepada orang tua dan alumni, sekolah tersebut mengatakan telah membentuk tim krisis untuk membahas rencana bertahan hidup dengan keadaan itu.

Alternatif lain yang muncul jika satu sekolah minim siswa dan kesulitan ‘bertahan’ akibat pendanaan berkurang, bakal digabung dengan sekolah lain.

Jumlah anak yang bersekolah di sekolah dasar dan menengah diperkirakan akan turun masing-masing sekitar 14 persen dan 18 persen, dalam beberapa tahun ke depan. Pemerintah sebelumnya memproyeksikan jumlah anak di Hong Kong berusia enam tahun akan turun menjadi 50.000 pada 2029 dari 57.300 yang tercatat tahun ini, sementara jumlah siswa berusia 12 tahun akan turun dari 71.600 menjadi 60.100 pada periode yang sama.

Kondisi lebih parah terjadi di Jepang dengan sekitar ratusan sekolah kini ditutup imbas nihil siswa. Banyak warga enggan memiliki anak di tengah tingginya biaya hidup dan fokus untuk berumah tangga bergeser ke karier.(dtk)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *