Sukasih Terpaksa Jadi Tukang Cat Untuk Memenuhi Kebutuhan Sehari-Hari

DUTA TV BANJARMASIN – Pandemi Covid-19 sangat berdampak pada ekonomi masyarakat baik dari kalangan atas hingga kebawah.
Seperti yang dialami oleh Sukasih warga jalan Mulawarman Banjarmasin ini yang terpaksa harus melakoni pekerjaan yang identik dikerjakan laki-laki. Ia menerima pekerjaan sebagai tukang pekerja cat bangunan, di salah satu sekolah di Banjarmasin.
Perempuan berusia 36 tahun itu tampak semangat mengerjakan profesi barunya yang tidak pernah ia pikirkan sebelumnya.
Hal ini terpaksa dilakoninya demi memenuhi kebutuhan sehari-hari, lantaran sang suami merantau berkerja ke papua, dan kini ia hidup sebatang kara.
Sebelumnya Sukasih bekerja sebagai seorang penjual jamu keliling. Namun adanya pandemi Covid membuat dirinya terpaksa harus berhenti jualan, lantaran takut tertular dan ingin menjaga diri.
“Kan karna ga ada kerjaan lain, awalnya kan jualan jamu tapi karena adanya Covid-19 ini kan terpaksa berhenti, karena saya takut di sini kan sendiri, dan di pasar pun juga sudah dikabarkan banyak yang terkena jadi saya jaga-jaga diri. Karena tinggal sendiri untuk memenuhi kebutuah sehari-hari, dan mengirimi anak di Jawa jadi mau kada mau ae, berusaha sendiri ngomong kepada kepala sekolahnya, dan diterima disini. namanya bukan pekerjaan wanita pastinya ada kesusahan namun saya yakin bisa aja mengerjakan ini, ga ada bantuan dan karena harus menghidupi diri sendiri, di sini tinggal sendiri suami merantau ke Papua,” ujarnya.
Sementara itu, saat ini Sukasih juga harus bisa menyisihkan untuk biaya kehidupan dan sekolah dua anaknya yang kini tinggal di Jawa.
Ironinsnya kini Sukasih tak masuk dalam daftar penerima bantuan sosial dari Pemko Banjarmasin, lantaran tidak memiliki data domisili di Banjarmasin dan hanya mengantongi KTP luar Kalimantan Selatan.
Reporter : Ade Yanuar





