Skrining BPJS Tunjukkan 23 Juta Warga Berisiko Stroke – Jantung

Jakarta, DUTA TV – Tren skrining kesehatan dilaporkan meningkat signifikan. Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah menyebut total ada 79,5 juta peserta JKN yang melakukan skrining riwayat kesehatan dalam setahun terakhir.

Dari total tersebut, 33,6 juta peserta dilaporkan mengidap penyakit kronis. Bila dirinci, terbanyak masih berkaitan dengan penyakit jantung dan riwayat penyakit penyerta yang memicu kondisi tersebut.

– 23 juta peserta berisiko mengidap hipertensi, stroke, dan penyakit jantung.
– 17 juta peserta berisiko menderita diabetes melitus
– 14,4 juta berisiko menderita kanker serviks
– 3,3 juta berisiko mengidap Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)
– 2,4 juta peserta berisiko mengidap TBC.

“Tidak hanya itu, terdapat pula 2,2 juta peserta yang berisiko menderita hepatitis B, sebanyak 1,5 juta berisiko mengidap kanker paru, dan sekitar 1 juta peserta berisiko mengidap kanker payudara,” ungkap Rizzky.

“Sisanya, tercatat berisiko menderita hepatitis C, talasemia, dan kanker usus,” lanjutnya.

Rizzky menyebut peserta dengan indikasi penyakit tersebut diarahkan menjalani konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut di FKTP, adapula beberapa dari mereka yang langsung melanjutkan rujukan untuk penanganan lanjutan di RS.

Total ada 2,9 juta peserta JKN yang membutuhkan penanganan spesialistik di RS dengan biaya yang tercover mencapai Rp 4,78 triliun.

Peningkatan skrining disebut bisa menekan beban pembiayaan penyakit kronis, lantaran kondisi peserta relatif ditemukan lebih dini.

“Bisa jadi biaya untuk mengobati pasien kronis akan jauh lebih membengkak seandainya kondisi para peserta tersebut makin parah akibat tidak terdeteksi dan ditangani sejak awal,” pungkas Rizzky.(dtk)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *