Sinergi Kemanusiaan: YJI Cabang Provinsi Kalimantan Selatan dan Baznas Kalsel Realisasikan MoU Lewat Bantuan Keberangkatan Pasien Anak PJB ke Jakarta

Banjarmasin, DUTA TV – Harapan baru terpancar dari wajah keluarga pasien anak penderita Penyakit Jantung Bawaan (PJB) saat menerima bantuan dana pendampingan yang diserahkan langsung oleh perwakilan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Provinsi Kalimantan Selatan, drg. Hj. Ellyana Trisya Hasnuryadi.
Bantuan ini menjadi jembatan bagi pasien untuk mendapatkan tindakan medis spesialis di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta, pusat rujukan jantung nasional.
Penyaluran ini merupakan langkah konkret atas implementasi kesepakatan bersama (MoU) yang telah ditandatangani sebelumnya. Kolaborasi ini lahir dari kesadaran bahwa penanganan PJB bukan sekadar urusan meja operasi, melainkan juga menyangkut ketahanan ekonomi keluarga selama masa pengobatan yang panjang.
“Kami menyadari bahwa biaya non-medis seringkali menjadi hambatan utama bagi keluarga kurang mampu. Melalui dana kemanusiaan BAZNAS, kami mencoba meringankan dengan sedikit bekal yang diberikan” ujar perwakilan BAZNAS Kalsel.
Di sisi lain, YJI berperan penting dalam melakukan verifikasi medis, seleksi pasien yang mendesak untuk dirujuk, serta memberikan edukasi kepada orang tua mengenai persiapan pendampingan.
Ketua YJI Cabang Provinsi Kalsel, drg. Hj. Ellyana Trisya Hasnuryadi menyampaikan bahwa sinergi ini adalah model ideal kolaborasi antar-lembaga.
“YJI dan Baznas mempunyai irisan peran, yaitu kepedulian terhadap masyarakat, khususnya mereka yang kurang mampu secara ekonomi. Ini adalah bentuk nyata kerja sama yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tuturnya.
“Jangan pernah putus asa, bersemangat ikhtiar yang terbaik, ikuti prosesnya yang cukup panjang sesuai prosedur di RS. Harapan Kita dan BPJS sebagai penopang utama pembiayaan,” lanjut Ellyana.
Ini merupakan pasien kedua yang dirujuk di awal Tahun 2026, setelah sebelumnya diawal Bulan Februari 2026 memberangkatkan 1 pasien anak rujukan.
Dengan adanya dukungan dana pendampingan ini, beban psikologis keluarga diharapkan berkurang, sehingga mereka bisa fokus sepenuhnya pada proses penyembuhan sang buah hati.





