Rumah Tertimpa Pohon, Ibu dan Balita Selamat

Kotabaru, DUTA TV — Peristiwa mencekam dialami Ika Amilia, warga Perumahan Inhutani II Jalan Gunung Sari RT 3 Desa Gunung Sari Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru.
Tak ada angin tak ada hujan, sebuah pohon mangga raksasa yang tumbuh di belakang rumahnya mendadak tumbang pada Rabu (3/12) sore sekitar pukul 17.00 Wita.
Nahasnya, pohon ini rebah menimpa rumah kayu tua yang dihuni Ika bersama keluarga kecilnya hingga menyebabkan bangunan rumah ambruk tak berbentuk.
Akibat kejadian ini, Ika dan putranya yang masih balita tertindih reruntuhan rumah namun beruntung keduanya berhasil selamat tanpa terluka. Ibu muda berusia 20 tahun ini bercerita, saat itu ia sedang menonton TV di kamar bersama sang anak, sedangkan suaminya masih bekerja. Ia kemudian mendengar bunyi gemeretak kayu yang patah tapi sudah tak sempat lari keluar rumah.
“Masih berabah-berabah di kamar, terus ulun mendengar suara kaya kayu handak patah, pas handak keluar sudah tetindih papan lawan kayu,” ujarnya.
Di sisi lain, upaya penyelamatan ibu dan anak ini berlangsung dramatis. Dua orang warga yang membantu evakuasi harus menyingkirkan satu per satu dahan pohon serta material bangunan yang menimbun mereka tanpa bantuan alat. Di bawah reruntuhan, sang ibu terus meminta tolong diiringi anaknya yang tak berhenti menangis. Setelah reruntuhan bisa diangkat, keduanya ditemukan tertelungkup sambil berpelukan.
“Kondisinya rata sudah rumahnya tertindih pohon semua, ibunya telungkup, anaknya di bawah ibunya, di atasnya papan, pohon, itu yang diangkat dulu pertama. Tidak ada alat, tangan kosong aja. Ibunya minta-minta tolong, anaknya nangis terus, bingung juga sebenarnya tapi sebisa mungkin tadi kami mengeluarkan berdua dengan kakak,” ungkap Dimas, warga yang mengevakuasi.
Pascakejadian ini, Ika dan keluarganya terpaksa mengungsi ke tempat saudara. Sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotabaru mengerahkan sejumlah personel untuk melakukan pembersihan pohon yang tumbang.
Reporter: Nazat Fitriah





