RDP Bersama Komisi II, KONI Banjarmasin Tetap Harapkan Pemko Pertimbangkan Besaran Bonus Atlet

Banjarmasin, DUTA TV — Komisi II DPRD Kota Banjarmasin menggelar rapat dengar pendapat bersama dengan pihak KONI Banjarmasin, BPKPAD, dan Disbudporapar Kota Banjarmasin di ruang Komisi II, Rabu siang (04/02/26).
Rapat yang juga dihadiri oleh beberapa perwakilan atlet ini membahas permasalahan bonus atlet berprestasi Kota Banjarmasin pada ajang Porprov yang hingga saat ini dikeluhkan oleh para atlet dan KONI lantaran turun dari bonus di event sebelumnya.
Dalam RDP tersebut, seluruh pihak sepakat untuk membuat beberapa rekomendasi, di antaranya untuk memberikan apresiasi lebih kepada perjuangan atlet dan mencoba untuk bisa mempertimbangkan besaran melalui tambahan di perubahan mendatang.
Terkait hal ini, Ketua KONI Banjarmasin Hermansyah menjelaskan bahwa pihaknya cukup lega dengan beberapa rekomendasi yang telah dihasilkan melalui RDP dan berharap Pemko bisa mempertimbangkan rekomendasi agar apresiasi atau bonus minimal disamakan dengan event sebelumnya, yakni Rp25 juta untuk peraih medali emas.
“Ya alhamdulillah kita akhirnya tadi bisa RDP dengan pihak dewan dan pemerintah, ada BPKPAD dan Disbudporapar. Jadi dari RDP ini ada beberapa hasil rekomendasi, jadi ini menjadi salah satu angin segar bagi kita dan kita berharap bonus itu tetap minimal Rp25 juta atau tetap dengan yang sebelumnya,” jelasnya.
“Jadi hari ini kita Komisi II menjadi jembatan terkait kebijakan beberapa anggaran yang membuat turunnya bonus atlet. Maka dari itu kami dari DPRD memberikan beberapa rekomendasi. Intinya kan terkait efisiensi-efisiensi yang disampaikan untuk mengurangi bonus para atlet yang sudah berjuang. Bukan rekomendasi dari kami bahwa ketika kemampuan daerah ini menyesuaikan maka tidak harus mengurangi bonus atlet,” ujar Hendra, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Banjarmasin.
Sementara itu, Hermansyah juga mengaku pasrah kalau memang pemerintah tidak sanggup memenuhi keinginan atlet lantaran keterbatasan anggaran daerah dan tetap dengan besaran Rp20 juta untuk peraih medali emas. Namun, pihaknya berharap hal itu tidak terjadi agar para atlet tidak memilih untuk pindah ke daerah lain.
Reporter: Ade Yanuar





