Ratusan Personel Gabungan Siap Antisipasi Karhutla di Banjarbaru

Banjarbaru, DUTA TV – Ratusan personel gabungan mengikuti apel kesiapsiagaan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Lapangan Hijau Mapolres Banjarbaru, Senin pagi (19/5). Apel ini dipimpin langsung oleh Penjabat Wali Kota Banjarbaru, Subhan Nor Yaumil.
Berdasarkan proyeksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau diperkirakan akan terjadi secara bertahap mulai April hingga Juni, dengan puncaknya berlangsung antara Juni hingga Agustus 2025. Adapun potensi peningkatan kejadian karhutla diprediksi akan berlangsung antara Juli hingga September mendatang.
Subhan Nor Yaumil mengungkapkan, berdasarkan data dari aplikasi Lancang Kuning, tercatat sebanyak 558 titik panas (hotspot) di Kalimantan Selatan selama periode Januari hingga Mei 2025. Rinciannya, 28 titik berkategori rendah, 529 sedang, dan satu titik berkategori tinggi.
“Menjelang musim kemarau di wilayah Kota Banjarbaru perlu diwaspadai bencana karhutla, terutama di sekitar Bandara Syamsudin Noor. Ini menandakan potensi karhutla di Kalsel masih ada dan dapat meningkat seiring kemarau, khususnya di lahan gambut yang rentan terbakar,” jelas Subhan.

Sementara itu, Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda menegaskan bahwa kawasan sekitar Bandara Syamsudin Noor menjadi fokus utama antisipasi karena termasuk dalam kategori objek vital.
“Kami berharap warga sekitar mendukung upaya pencegahan karhutla, terutama dalam hal larangan membuka lahan dengan cara membakar dan tidak membuang puntung rokok sembarangan yang dapat memicu kebakaran,” tegasnya.
Posko Terpadu Penanggulangan Karhutla juga akan kembali diaktifkan. Kolaborasi lintas instansi seperti Polri, TNI, Satpol PP, BPBD, dan kelompok relawan akan digerakkan untuk melakukan patroli rutin dan deteksi dini terhadap potensi karhutla.
Reporter : Suhardadi





