Puluhan Ribu Warga Kalsel Terdampak Banjir, Stok Logistik Menipis

Banjarmasin, DUTA TV — Bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor meluas di berbagai daerah di Kalimantan Selatan. Data sementara Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan mencatat lebih dari 30 ribu warga terdampak, dengan ribuan rumah terendam dan mengalami kerusakan.
Kabupaten Banjar menjadi wilayah dengan dampak paling besar. Di wilayah ini, banjir melanda sedikitnya dua belas kecamatan dan memaksa ratusan warga mengungsi. Sementara sebagian lainnya bertahan di rumah dengan mendirikan apar-apar untuk menyelamatkan barang berharga.
Selain mendirikan dapur umum, Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan juga menyalurkan bantuan logistik berupa terpal, family kit, sarung, perlengkapan rumah tangga, serta sandang dan pangan bagi warga terdampak. Namun, ketersediaan logistik diakui mulai menipis seiring kondisi darurat yang masih berlangsung hingga akhir tahun.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Farhanie, mengatakan, “Sebagian besar kabupaten kota masih bisa menangani secara mandiri, terutama untuk logistik. Namun Kabupaten Banjar memang meminta bantuan ke provinsi. Sesuai arahan gubernur, kami mendirikan dapur umum di Kecamatan Martapura Barat dan mengerahkan sekitar tiga puluh personel Tagana. Setiap hari dapur umum memasak sekitar seribu sampai dua ribu porsi nasi bungkus,” ucap Farhanie.
Di Kabupaten Banjar, banjir berdampak pada 6.593 kepala keluarga atau 18.348 jiwa. Kemudian sebanyak 5.206 rumah terendam dan 1.714 rumah mengalami kerusakan ringan. Sementara itu, 113 kepala keluarga mengungsi di aula Kantor Desa Pingaran Ulu dan Kantor Camat Martapura Barat.
Di Kabupaten Balangan, banjir terjadi sejak dini hari dan merendam Kecamatan Tebing Tinggi, Halong, dan Awayan. Meski genangan air di sejumlah wilayah mulai surut dengan ketinggian antara sepuluh hingga lima puluh sentimeter, masyarakat tetap diimbau waspada.
Reporter : Nina Megasari





