Proyek Rumah Sakit Gambut Mangkrak, Direktur Pelaksana Berstatus DPO

Banjar, DUTA TVProyek pematangan lahan pembangunan Rumah Sakit Tipe D Gambut Kabupaten Banjar terancam mangkrak. Pasalnya, progres pengerjaannya yang dijadwalkan selesai pada akhir Desember 2025 lalu hingga saat ini belum rampung. Bahkan, di area proyek rumah sakit tersebut terpantau tidak ada aktivitas pekerja.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Banjar, Robert Iwan Kandun, saat dikonfirmasi justru menyatakan bahwa Direktur PT Rizky Karya Nusantara selaku pelaksana pekerjaan telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) oleh Kejaksaan Tinggi Banten dalam perkara tindak pidana korupsi.

Ironisnya, status DPO tersebut sebenarnya sudah lama, namun baru diketahui pihaknya pada awal Januari tadi. Robert menegaskan, perkara korupsi yang menjerat sang direktur tidak ada kaitannya dengan proyek Rumah Sakit Tipe D Gambut.

Akan tetapi, dalam mekanisme pengadaan barang dan jasa pemerintah, penilaian dilakukan terhadap badan usaha, bukan individu sang direktur. Meski kontraktor pelaksana menghadapi masalah hukum, Kejari Banjar menegaskan fokus utama pendampingan proyek strategis daerah tetap berlanjut.

“Kami tidak bisa serta-merta mengatakan kontraktor itu kabur. Secara dokumen, proyek ini masih berjalan. Hanya saja, orangnya memang tidak pernah muncul, terutama sejak adanya pemberitaan di media. Yang dinilai itu badan usahanya. Terkait individu direktur, ada mekanisme tersendiri melalui persyaratan integritas dan kualifikasi hukum. Yang terpenting bagi kami proyek ini selesai tepat waktu, tepat guna, dan tepat sasaran. Jangan sampai masyarakat dirugikan,” ucap Robert Iwan Kandun, Kepala Seksi Intelijen Kejari Banjar.

Sementara itu, jika proyek tidak bisa diselesaikan sesuai tenggat tambahan yang diberikan, maka Kejari Banjar akan menggandeng Inspektorat untuk melakukan audit menyeluruh. Proyek dengan nilai pagu anggaran Rp8.859.000.000 lebih ini, dari progres di lapangan hingga kini tidak menunjukkan aktivitas pengerjaan, padahal waktu pengerjaannya telah habis dan terlihat sebagian lahan masih berupa rawa karena pematangan lahan belum rampung.

Reporter: Suhardadi

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *