Produksi Padi Menurun, Gagal Panen Diperparah Alih Fungsi Lahan

Kabupaten Banjar, DUTA TV — Produksi padi di Kabupaten Banjar kian menurun. Berdasarkan data dari Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, penurunan produksi padi mencapai 23 persen.,
Jika di tahun 2021 Kabupaten Banjar mampu memproduksi sebesar 173 ribu ton beras, di tahun 2022, hanya memproduksi 96 ribu ton beras. Selain karena gagal panen, penurunan produksi juga ditengarai akibat serangan hama tungro, menyusul Kabupaten Banjar merupakan kabupaten dengan populasi hama tungro terbesar kedua di Kalsel setelah Marabahan.
Saat mensosialisasikan ideologi Pancasila dan wasbang di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tatah Makmur, Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel Gusti Abidinsyah, diminta untuk menindaklanjuti aspirasi warga agar membantu mereka dalam hal normalisasi sungai dan perbaikan saluran air yang tersumbat, sehingga banjir tak menggenang begitu lama.
Namun demikian, politisi Demokrat ini juga meminta konsistensi warga setempat untuk menolak alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan, lantaran hal itu juga menjadi salah satu faktor menurunnya produksi beras di Kabupaten Banjar.
“Di sini masih perawan, dalam artian pertanian disini masih perawan maksudnya tidak ada masuk pemukiman baru berupa perumahan-perumahan. Komplek-komplek perumahan kami juga sangat mendukung. Kalau bisa di daerah Tatah Makmur ini jgn sampai muncul komplek-komplek perumahan karena itu bisa mengurangi lahan pertanian yang ada disini,”katanya.
“Saluran air yang mana tersumbat itu harus dibersihkan agar saluran air tadi bisa berjalan dengan lancar. Soalnya tiga tahun sebelumnya produksi bagus bahkan sampai lima enam ton perhektarnya karena ada ini imbasnya,”ujar Koordinator BPP Kecamatan Tatah Makmur, Akhmadi.
“Paling tidak sungai-sungai kita dinormalisasi karena contohnya di Tatah Makmur paritnya kedalaman air disawah lebih tinggi dari di parit, artinya parit terlalu dangkal jadi perlu normalilassi, mengurangi hambatan jalannya air menuju ke Sungai Barito supaya bisa air mengalir mengurangi di depan saja sungainya terisi tinggi artinya dangkal,”jelas Imelda Rosanti, Kabid Pengendalian& Penanggulangan Bencana Dinas Pertanian Kab Banjar.
Kendati produksi beras menurun, namun Kecamatan Tatah Makmur merupakan salah satu wilayah yang mampu memproduksi beras cukup banyak dibanding daerah lain yang mengalami gagal panen. Sama seperti di Kecamatan Tambak Sirang Laut, warga juga menginginkan adanya kebijakan agar diizinkan membakar lahannya yang gagal panen akibat tungro.
Reporter : Evi Dwi Herliyanti





