Presiden Ingin Perumnas Fokus di Perumahan Rakyat, Bukan Perumahan Mewah

Jakarta, DUTA TV – Presiden Prabowo Subianto menginginkan Perum Perumnas fokus pada penyediaan rumah rakyat dibandingkan bangunan komersial.
Hal ini diungkapkan oleh Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah) saat menanggapi usulan Ahli Tata Kota dan Permukiman dari Institut Teknologi Bandung (ITB) M Jehansyah Siregar yang menyarankan pemerintah merevatilasasi Perum Perumnas daripada membentuk badan perumahan baru.
“Presiden sangat ingin agar Perumnas kembali berperan dan dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai penyedia perumahan masyarakat,” kata Fahri, Rabu (14/1/2026).
“Jadi, Perumnas nih jangan main lagi di kelas-kelas premium ya kan, seperti hotel mewah dan rumah mewah. Ngapain ya kan, dia itu harus fokus ngurusin rumah rakyat,” lanjutnya.
Ketika ditanya apakah Perum Perumnas akan dileburkan ke dalam badan baru perumahan baru era Prabowo, yakni Badan Percepatan Pembangunan Perumahan Rakyat (BP3R), Fahri menampik.
Rencananya, Perum Perumnas dengan BP3R posisinya akan seperti perusahaan BUMN yang dikonsolidasi Danantara. Perum Perumnas akan tetap berdiri sendiri sebagai bagian dari penyediaan perumahan.
“(Akan dilebur ke BP3R atau seperti Danantara dengan BUMN-BUMN?) Kemungkinan yang kedua,” jawab Fahri.
Ada pun badan baru perumahan yang akan dibentuk pemerintah adalah Badan Percepatan Pembangunan Perumahan Rakyat (BP3R). Badan ini akan segera dibentuk pada bulan ini.
Badan baru ini akan mengurus perihal tanah, perizinan, infrastruktur penunjang hunian, hingga pembiayaan.
Diharapkan BP3R dapat membantu percepatan pembangunan perumahan. Sebab, selama ini urusan pembangunan perumahan masih tersebar di berbagai kementerian dan lembaga.
Kondisi tersebut dinilai kerap memperlambat proses pembangunan. Dengan penggabungan kewenangan dalam satu lembaga, percepatan pembangunan perumahan diyakini bisa lebih optimal.(dtk)





