Potensi Pertanian Terancam Tak Maksimal, Warga Sungai Sahurai Minta Jalan Tani Diperbaiki

Barito Kuala, d — Masyarakat Desa Sungai Sahurai, Kecamatan Rantau Badauh, Kabupaten Barito Kuala, meminta peningkatan infrastruktur desa, terutama jalan dan sarana penunjang pertanian, agar aktivitas perekonomian berjalan lebih lancar.
Permintaan itu disampaikan kepada Haji Jahrian, Sekretaris Komisi II DPRD yang membidangi persoalan pertanian.
Kepala Desa Sungai Sahurai mengatakan, tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, potensi besar sektor pertanian di Barito Kuala tidak akan maksimal.
Apalagi, Barito Kuala memiliki peran strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Pasalnya, Barito Kuala dikenal sebagai salah satu daerah penghasil padi terbesar di Kalimantan Selatan, dengan produksi mencapai jutaan ton setiap tahunnya.
Kepala Desa Sungai Sahurai, H. Husaini, menyampaikan, “Tepatnya di RT tiga kami, seluruh warga Sahurai mengharapkan bantuan beliau. Kami pikir tanpa beliau kemungkinan permohonan kami terlambat sedikit, tapi kami yakin dengan adanya Haji Jahrian pembangunan akan secepatnya, ya 2026–2027 lah.”
Menanggapi persoalan itu, Haji Jahrian menegaskan penguatan infrastruktur jalan tani dan jalan desa sebagai penopang pertanian dan perkebunan berkelanjutan juga merupakan fokus utama Komisi II.
Wakil rakyat dari Fraksi NasDem ini mengatakan, jalan tani yang layak akan memperlancar distribusi hasil panen, sementara sistem perairan sawah yang baik tentu akan meningkatkan produktivitas petani.
Haji Jahrian, Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel, mengatakan, “Yang menjadi perhatian saya sebagai Komisi II adalah infrastruktur jalan tani dan jalan desa, karena untuk pertanian berkelanjutan kemudian perkebunan berkelanjutan kita ini harus swasembada pangan di tahun 2025 dan sampai 2045 itu agar kita surplus semuanya, karena Barito Kuala adalah penghasil padi tertinggi seluruh kabupaten mencapai dua juta ton sekian. Jadi Kabupaten Barito Kuala ini saya minta wajib diperhatikan infrastruktur, terutama jalan tani, jalan desa, dan perairan sawah, dan juga cetak-cetak sawah.”
Reses ini disambut antusias oleh masyarakat, karena selain sebagai ajang silaturahmi, reses juga menjadi sarana penting bagi warga untuk menyampaikan langsung kebutuhan riil di lapangan kepada wakil rakyat.
Dengan adanya komitmen dari DPRD Kalimantan Selatan, masyarakat Desa Sungai Sahurai berharap aspirasi yang telah disampaikan dapat segera ditindaklanjuti dan direalisasikan demi kesejahteraan petani di Kabupaten Barito Kuala.
Reporter: Tim Liputan





