Polda Kalsel Gelar FGD Bahas Destructive Fishing

Banjarbaru, DUTA TV — Polda Kalimantan Selatan melalui Ditpolairud menggelar Focus Group Discussion bertajuk Sinergitas Penanganan Destructive Fishing dalam Rangka Menjaga Situasi Kamtibmas yang Kondusif di Wilayah Perairan Kalimantan Selatan, Selasa pagi (02/09/25).
Kegiatan ini dilaksanakan di Auditorium Bhara Dhaksa Polda Kalsel, yang dihadiri Kapolda Kalsel, Gubernur Kalsel, Ketua DPRD Kalsel, Forkopimda, dan perwakilan nelayan Kalimantan Selatan, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.
Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, mengatakan FGD ini dilaksanakan untuk mencegah terjadinya konflik antarnelayan dari Kalimantan Selatan, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Ia menyebut, dua tahun terakhir banyak terjadi praktik destructive fishing atau menangkap ikan dengan alat yang dilarang seperti cantrang. Bahkan tidak sedikit nelayan asal Jawa yang masuk ke wilayah perairan Kalsel.
Akibat kondisi tersebut, para nelayan asal Kalsel, Jateng, dan Jatim terlibat konflik hingga terjadinya pembakaran kapal atau main hakim sendiri.
Dalam FGD ini, Polda Kalsel berharap adanya titik temu antara nelayan di tiga provinsi ini, terutama terkait persoalan batas wilayah dan alat tangkap ikan yang diperbolehkan.
Reporter: Mawardi





