Pengertian Makna Reaktif Pada Rapid Test

DUTA TV BANJARMASIN – Metode Rapid Test kini menjadi pemeriksaan awal dalam tahap deteksi virus corona. Banyak masyarakat yang saat ini sudah menjalani metode tersebut, terlebih bagi mereka yang berstatus Orang Dalam Pantauan atau pun orang berhubungan erat yang dalam penelusurannya pernah berkomunikasi dengan pasien kasus positif.

Dari rapid test tersebut, muncul hasil yang disebut reaktif atau non-reaktif, namun saat ini kata reaktif tentu seolah menjadi kecemasan tersendiri bagi masyarakat.

Padahal tahu kah anda jika, warga yang menjalani rapid test dan dinyatakan reaktif, ia belum merupakan seseorang dengan kasus positif?

Antibodi yang terdeteksi pada rapid test bisa saja merupakan antibodi terhadap virus lain atau bukan yang menyebabkan Covid-19 atau Sars-Cov2.

Kasus reaktif ini harus kembali dikonfirmasi dengan tes Polymerase Chain Reaction atau PCR untuk memastikan keberadaan virus corona di tubuh manusia. Di samping itu, pasien reaktif wajib melakukan isolasi mandiri sambil menungu hasil dari pemeriksaan swab tersebut.

Sedangkan bagi hasil pemeriksaan rapid testnya non-reaktif, rapid test perlu dilakukan sekali lagi tujuh hingga sepuluh hari setelahnya. Jika kembali menunjukan non-reaktif baru lah dianggap virusnya tak terdeteksi.

Namun pemirsa, anda tetap harus memantau kondisi tubuh anda jika sudah merasakan gejala Covid-19 seperti batuk, demam, suara serak dan sesak nafas segera hubungi call center yang telah disediakan oleh pemerintah.

Tim liputan

Helman

Uploader.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *