Pengelola Diminta Larang Bus Naik ke Puncak Meranti

DUTA TV KOTABARU Â- Pengelola ekowisata hutan Meranti desa Sebelimbingan, kecamatan Pulau Laut Utara, kabupaten Kotabaru, diminta tak lagi mengizinkan angkutan bus naik ke puncak.
Imbauan disampaikan satuan lalu lintas kepolisian resort Kotabaru, menyusul kecelakaan yang dialami sebuah bus pariwisata asal Banjarmasin pada awal pekan tadi akibat tak kuat malintasi tanjakan.
Kondisi jalan dinilai ikut berperan dalam insiden ini, akses jalan ke puncak meranti yang berada pada ketinggian 230 meter dari permukaan laut agak curam dengan kemiringan lereng sekitar 15 derajat.
Bahkan untuk kendaraan roda 4 saja sudah cukup sulit untuk melewati beberapa tanjakan menuju puncak meranti.
Kecelakaan yang dialami pengunjung pun bukan baru pertama kali ini terjadi.
“Sebenarnya bis tidak boleh naik kesana, karena tanjakannya tinggi sekali mobil aja agak susah, kami juga sudah menghimbau penjaga dan Dinas LH untuk jangan lagi ada bis naik ke atas, cukup kejadian ini yang pertama dan terakhir,†ujar AKP Lendra Ambarsari, kasat lantas Polres Kotabaru.

Ekowisata hutan meranti yang berada sekitar 15 Km dari pusat kota ini, merupakan objek wisata yang memanfaatkan sumber daya hutan.
Selain keindahan alam, objek wisata yang dikelola Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Kotabaru ini juga memiliki beberapa wahana untuk berfoto maupun bermain yang menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Reporter : Nazat Fitriah





