Pengamat Nilai Ambruknya Pasar Ujung Murung Sinyal bagi Penataan Ulang Ruang Publik

Banjarmasin, DUTA TVPengamat Tata Kota, Dr Eng Akbar Rahman ST MT,  dari ULM mengatakan, ambruknya Pasar  Ujung Murung Banjarmasin menjadi sinyal kuat bahwa ruang publik yang sudah berusia tua dan memasuki fase bahaya secara struktural harus ditata ulang pemerintah daerah.

Kombinasi usia tua, letak bangunan di tepi sungai yang mempengaruhi fondasi, serta beban bangunan membuat risiko keruntuhan semakin tinggi.

“Jadi peristiwa keruntuhan ini merupakan sinyal bahwa kawasan pasar yang sudah tua perlu ditata kembali secara serius,”ujarnya.

Kalau revitalisasi ingin dilakukan, pendekatannya tidak cukup hanya memperbaiki bangunan yang rusak atau runtuh.

Revitalisasi harus melihat kawasan secara utuh, seperti keamanan struktur bangunan, penataan sempadan sungai, sirkulasi pengunjung, hingga fungsi ekonomi kawasan.

Menurutnya, Pasar Ujung Murung dan Sudimampir adalah salah satu sentra perdagangan tertua di Kalimantan  Selatan dan menjadi land mark kota.

Oleh sebab itu,  penataan seharusnya mempertahankan identitasnya sebagai pasar rakyat yang hidup, dan adaptif terhadap kondisi lingkungan dan zaman.

Gagasan menjadikannya seperti semimal sebenarnya menarik pada masanya. Tetapi kondisi sekarang sudah berubah lebih cepat.

Di era digital, pusat belanja konvensional tidak lagi cukup hanya mengandalkan fungsi tempat jual beli

“Revitalisasi justru harus mengarah pada pasar modern berbasis pengalaman dan wisata, dimana pasar bukan hanya tempat belanja, menikmati kuliner khas Banjar, dan merasakan atmosfer kawasan sungai yang asri. Artinya, pasar tetap tradisional secara karakter, tetapi modern dalam fasilitas dan tata kelola serta adaptif terhadap regulasi,”beber Akbar.

Posisi kawasan yang berada di tepi sungai juga menjadi faktor penting. Penataan seharusnya memperhatikan garis sempadan sungai, keamanan struktur tepi sungai, serta peluang menjadikan kawasan ini sebagai waterfront marketnya Banjarmasin yang khas.

Sungai tidak boleh lagi tertutup bangunan seperti sekarang, tetapi justru dijadikan ruang publik, jalur pedestrian lebih kuat, dan koridor wisata sungai lebih hidup.

Diketahui, pedagang di Pasar Ujung Murung  Suwarni (57) menjadi korban runtuhan bangunan toko, pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 10.00 Wita.

Ia harus dilarikan ke rumah sakit setelah punggungnya tertimpa reruntuhan bangunan.

Kondisi terkini di lokasi menunjukkan bukan hanya satu toko yang runtuh.

Sejumlah bangunan lain ikut ambruk. Kondisi fisik bangunan terlihat memprihatinkan, kayu-kayu keropos, dinding semen lembab, dan atap yang hancur memperlihatkan bahwa bangunan memang sudah tidak layak ditempati.(bpost)

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *