Pemko Banjarmasin Sudah Keruk Lima Titik Sungai

Banjarmasin, DUTA TVPemerintah Kota Banjarmasin terus melakukan upaya normalisasi sungai. Dari data, setidaknya telah dilakukan pengerukan pada lima titik sungai dalam sehari.

Untuk melakukan pengerukan tersebut, Dinas PUPR Banjarmasin juga menurunkan sejumlah alat berat agar mempercepat upaya pengendalian banjir tersebut.

Alat berat terlihat melakukan pengerukan di Sungai Guring, Banjarmasin Selatan, Rabu siang (28/01/26).

Selain alat berat, pembersihan sungai di kawasan ini juga dilakukan secara manual oleh sejumlah petugas dari Pasukan Turbo.

Upaya pengerukan dan pembersihan sungai ini intens dilakukan oleh Pemerintah Kota Banjarmasin dalam beberapa pekan terakhir.

Selain sebagai upaya normalisasi sungai, hal ini juga diharapkan dapat menanggulangi banjir di Banjarmasin, khususnya saat banjir rob.

Selain melakukan pengerukan dan pembersihan sungai di beberapa titik, mereka juga membongkar bangunan yang menghalangi aliran beberapa sungai. Bangunan yang dibongkar tersebut juga tepat berada di bantaran sungai.

Ada lima sungai yang menjadi prioritas untuk dikeruk oleh Dinas PUPR Banjarmasin, seperti Sungai kawasan Prona, Pemurus, Sungai Miai, Melati, dan HKSN.

Menurut Kepala Dinas PUPR Banjarmasin, Suri Sudarmadiyah, kondisi sungai-sungai di Banjarmasin hampir seluruhnya mengalami sedimentasi berat yang jauh dari kondisi ideal dan butuh penanganan yang tidak bisa dilakukan secara instan.

“Kami melakukan pengerukan di lima titik sekaligus. Ini adalah bagian dari percepatan normalisasi sungai sesuai arahan Bapak Wali Kota untuk pengendalian banjir. Kita mengerahkan alat berat dan dibantu juga dengan Pasukan Turbo serta SKPD terkait lainnya. Semua sungai di Banjarmasin sedimentasinya sudah terlalu tinggi. Bahkan, kedalaman sungai saat ini rata-rata hanya tersisa sekitar satu meter, padahal idealnya dua meter,” ujarnya.

Suri juga mengakui salah satu kendala dalam melakukan pengerukan sungai karena masih banyaknya bangunan yang berada di bantaran sungai. Akibatnya, alat berat yang mengangkat lumpur dari sungai tidak bisa melakukan pengerukan secara maksimal.

Reporter: Zein Pahlevi

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *