Pemantauan Hilal di Kalsel Belum Penuhi Kriteria, Awal Syawal 1447H Jatuh Pada Sabtu 21 Maret

BANJARMASIN, Duta TV — Kondisi hilal menjelang penentuan awal bulan Syawal 1447 Hijriah di Kalimantan Selatan pada Kamis (19/3/2026) dinyatakan belum memenuhi kriteria yang ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan data pemantauan yang dilakukan di rooftop Zuri Express Hotel Banjarmasin, ijtimak terjadi pada pukul 09.23 WITA. Sementara itu, matahari terbenam pada pukul 18.33 WITA dan bulan terbenam pada pukul 18.43 WITA.

Hasil pengukuran menunjukkan tinggi bulan hakiki berada pada posisi 2 derajat 25 menit 34 detik. Angka ini masih di bawah kriteria minimum yang ditetapkan oleh Menteri Agama melalui kesepakatan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), yakni tinggi hilal minimal 3 derajat.

Selain itu, nilai elongasi tercatat sebesar 5 derajat 25 menit 44 detik, juga belum mencapai batas kriteria MABIMS sebesar 6,4 derajat. Adapun umur bulan saat pengamatan sekitar 9 jam 8 menit, dengan posisi bulan berada sedikit di atas ufuk.

Dengan kondisi tersebut, secara hisab atau perhitungan astronomi, hilal di wilayah Kalimantan Selatan belum memenuhi syarat visibilitas untuk penentuan awal Syawal.

Meski demikian, penetapan resmi 1 Syawal 1447 Hijriah  oleh Kementerian Agama Republik Indonesia setelah pelaksanaan rukyatul hilal di berbagai titik pemantauan di Indonesia jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026. Hal ini disampaikan Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA usai sidang isbat.

Helman

Uploader.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *