Omset Pedagang Atribut “Merah Putih” Anjlok Tersaingi Penjualan Online

Banjarbaru, Duta TV — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, pedagang bendera dan atribut Merah Putih saat ini harus menghadapi kenyataan pahit, karena omset pendapatan mereka tidak seperti tahun sebelumnya.

Jika pada momentum HUT RI tahun lalu omset penjualannya rata-rata per hari mencapai satu juta rupiah lebih, namun pada tahun ini, para pedagang atribut Merah Putih dadakan, yang mayoritas berasal dari Provinsi Jawa Barat, mengaku omsetnya anjlok.

Seperti yang dialami para pedagang bendera dan atribut Merah Putih di Jalan Ahmad Yani Kilometer 35, Kota Banjarbaru, yang setiap menjelang 17-an sudah beberapa kali berjualan di tempat ini.

Salah satunya Joy, laki-laki asal Bandung, Provinsi Jawa Barat, ini mengaku omsetnya anjlok hingga 90 persen. Sudah sejak satu minggu terakhir berjualan atribut Merah Putih, namun omset penjualannya hanya berkisar 100 ribu hingga 200 ribu rupiah per hari.

Menurut Joy, penyebab merosotnya omset para pedagang disinyalir akibat semakin banyaknya jumlah pedagang bendera dan atribut Merah Putih dadakan. Selain itu juga dikarenakan persaingan dengan penjualan atribut Merah Putih secara online.

“Setiap tahun berjualan di sini, omsetnya sekarang menurun, kisaran 150–200 per hari. Tahun sebelumnya bisa sejuta sampai dua juta per hari. Penyebab omset turun karena saingan dengan penjualan secara online. Biasa jualan di sini sampai satu bulan,” ungkapnya.

Sementara itu, pada momentum HUT RI tahun-tahun sebelumnya, biasa menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang bendera dan pernak-pernik menyambut kemerdekaan. Bahkan mereka rela menyeberang ke Pulau Kalimantan dan tinggal sementara hingga satu bulan di rumah kontrakan. Jika tahun sebelumnya masing-masing pedagang atribut Merah Putih bisa menghasilkan uang hingga puluhan juta rupiah, akan tetapi pada tahun ini omsetnya justru anjlok, karena sejak satu minggu terakhir total penghasilannya kurang dari satu juta rupiah.

Reporter: Suhardadi

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *