Minim Penerangan dan Bahayakan Pemudik, Jalur Batola Jadi Perhatian

Banjarmasin, Duta TV — Memasuki masa arus mudik Lebaran, kondisi penerangan jalan di Kabupaten Barito Kuala menjadi sorotan. Komisi III DPRD Kalimantan Selatan mengawal langsung agar pemasangan lampu penerangan jalan umum atau PJU segera terealisasi demi keselamatan pemudik.
Pasalnya, Kabupaten Batola dinilai bukan daerah yang berdiri sendiri. Batola memiliki konektivitas penting yang menghubungkan Banjarmasin, Tapin, hingga kawasan Hulu Sungai, bahkan menjadi jalur utama menuju Kalimantan Tengah.
Wakil Ketua Komisi III Achmad Maulana mengungkapkan masih banyak titik di jalur tersebut yang gelap karena belum terpasang PJU. Kondisi ini dinilai berisiko tinggi saat arus mudik meningkat.
“Menyongsong Lebaran ini infrastruktur sangat diperlukan, bukan hanya tentang perbaikan jalan, tapi juga masalah penerangan jalan, karena khusus Batola ini sangat banyak betul lampu penerangan jalannya tidak ada. Memang ini jadi simalakama, satu sisi itu adalah arah ke Kalteng itu adalah jalan nasional, tapi satu sisi dibutuhkan oleh masyarakat setempat untuk penerangan jalan. Namun dalam tahap awal sebagaimana yang kami usulkan di acara reses itu dari titik simpang empat Handil Bakti sampai Jembatan Barito sebelum naik itu insyaallah Dishub Prov Kalsel akan merealisasikan hasil reses kami sebanyak 25 titik PJU lampu PJU. Namun tentunya hal ini tidak sampai di sini saja, kita berharap ini pun juga sampai ke Km 21 Anjir,” ujarnya.
Tak hanya penerangan, perbaikan median jalan di jalur menuju Batola, Tapin, dan Hulu Sungai juga dinilai mendesak. Hal ini penting untuk memastikan arus mudik berjalan lancar serta meminimalisir risiko kecelakaan.
DPRD menegaskan upaya ini tidak hanya berfokus pada momentum Lebaran, tetapi juga menjadi bagian dari target jangka panjang pembangunan infrastruktur jalan, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Dengan peningkatan penerangan dan perbaikan jalan, diharapkan para pemudik dapat melintas dengan aman dan nyaman selama musim Lebaran.
Reporter: Evi Dwi Herliyanti





