Mengenal Mobil Anak Bangsa Yang Akan Tiba Di Tanah Banua

DUTA TV BANJARMASIN – Dalam hitungan beberapa jam lagi, Mobil Listrik Kasuari hasil kolaborasi anak bangsa dari Universitas Budi Luhur dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang bekerja sama dengan PT PLN (Persero) melalui Program Blits Explore Indonesia akan tiba di Banjarmasin.
Pemberian nama BLITS sendiri diambil dari akronim kedua universitas yang berkolaborasi tersebut, yakni Budi Luhur (BL) dan Intitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Mobil tersebut dibuat oleh tim yang terdiri dari dosen dan mahasiswa muklai dari jenjang D3 sampai S3 dengan total sekitar 50 orang yang terlibat. Dalam kolaborasi antar kedua Universitas tersebut, ITS berfokus pada sisi engineering, sedangkan Budi Luhur fokus pada race management.
Memiliki misi menjelajah Indonesia dengan total jarak tempuh sejauh 15.000 kilo meter (km) tentu bukanlah perkara mudah. Untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan sebuah ‘tunggangan’ yang sangat kuat. Mengingat medan jalan yang ada di Bumi ‘Ibu Pertiwi’ ini sangat beragam.
Lantas sekuat apa Mobil Listrik Kasuari yang sampai dengan saat ini sudah melakukan perjalanan hampir separuh Indonesia dengan total perjalanan yang ditempuh mencapai 7.000 km.
Untuk spesifikasi, dibandingkan dengan Blits, Kasuari memiliki spesifikasi yang lebih kecil yakni, dengan Li-ion Battery dengan kapasitas 35 kWh yang dapat menempuh jarak sekitar 150 Kilo Meter (km) dengan kecepatan maksimal 140 km/jam dan pengecasan daya selama 4 jam.
Sedangkan Blits memiliki spesifikasi yang lebih besar, yakni dengan Li-ion Battery dengan kapasitas 85 kWh yang dapat menempuh jarak sekitar 350 Kilo Meter (km) dengan kecepatan maksimal 140 km/jam dan pengecasan daya selama 8 jam.
Manager Komunikasi PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Muhammad Yusfiansyah mengatakan salah satu tujuan dari uji keandalan Blits dan Kasuari menjelajah Indonesia adalah mempersiapkan kedua mobil listrik tersebut untuk bertarung di ajang Rally Dakar Argentina 2021 mendatang.
“Mobil ini dipersiapkan untuk mengikuti Rally Dakkar di Argentina pada tahun 2021 nanti, mulai dari bagian tubular sasis, bentuk bodi, electric motor, sampai ketahanan baterai sudah didesain untuk siap mengikuti Rally Dakkarâ€, jelasnya.
Lebih lanjut Yusfiansyah mengatakan kedatangan Kasuari di Banjarmasin merupakan salah satu bagian dari sejarah mobil listrik di Indonesia. Oleh sebab itu, warga Banua patut berbangga akan kehadiran mobil listrik hasil karya anak bangsa tersebut di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah
“Kita warga banua patut berbangga sudah disinggahi mobil yang akan mewakili Indonesia di mata dunia nantinyaâ€, ujarnya.
Tim Liputan






