Mendagri Klaim Perlakuan Bencana di Sumatera Sudah Berskala Nasional

Jakarta, DUTA TV – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menuturkan bahwa penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara, Barat, dan Aceh sudah berskala nasional.
Hal ini diucapkan Tito ketika ditanya terkait kemungkinan bencana di Sumatera dan Aceh ditetapkan statusnya menjadi Bencana Nasional.
“Untuk penetapan status Bencana Nasional, setahu saya sementara ini belum, setahu saya, mohon maaf kalau salah, mohon dikoreksi.”
“Tetapi, perlakuannya sudah (berskala) nasional,” ujar Tito di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Senin (1/12/2025).
Tito mengklaim pemerintah telah bergerak membantu para korban banjir-longsor di daerah tersebut sejak hari pertama.
Kemarin, Presiden RI Prabowo Subianto meninjau kondisi pasca-banjir di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
“Dari hari pertama pemerintah pusat menilai sendiri bahwa harus turun. Dan kemudian dari hari pertama sudah dilakukan dengan prosedur nasional.”
“Jadi semua sudah all out, bahkan Pak Presiden sendiri ke sana,” tutur Tito.
Bukan hanya Kepala Negara, Tito menyebut, para menteri juga berinisiatif langsung menuju ke lokasi bencana.
“Banyak sekali sudah Menteri, TNI, Menhan, banyak sekali sudah ke Sumatera Barat, ke Sumatera Utara, ke Aceh, dengan mengerahkan semua kekuatan nasional. Karena dropping Jakarta,” katanya.
Karena itu, menurut Tito, hal terpenting yang harus dilakukan saat ini adalah penanganannya yang sudah berskala nasional.
“Jadi masalah status itu pendapat saya penting. Tapi yang paling utama itu kan perlakuan. Tindakannya itu yang penting. Tindakan nasional,” ucapnya.
Sebagai informasi, hingga Minggu (30/11/2025), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 442 orang meninggal dunia, 402 orang hilang, dan 646 orang luka-luka akibat banjir dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.(kom)





