Mediasi Gagal Lagi, TCA Tak Dapat Kepastian Bertahan Hingga 2029

Barito Kuala, Duta TV Sidang mediasi antara pihak Yayasan Taman Cinta Al Quran dan pemilik lahan pada pekan kemarin gagal lagi.

Pemilik lahan tetap ngotot hanya memberi waktu satu tahun untuk TCA mengosongkan bangunan. Padahal, dalam sidang mediasi pekan lalu, pihak yayasan menyampaikan aspirasi para wali murid untuk tetap bertahan lebih dari satu tahun mengingat pembangunan gedung baru belum berjalan.

Namun, hasil mediasi gagal karena pemilik lahan tetap menolak dan bahkan ingin mengambil alih sebagian bangunan yang saat ini ditempati siswi SD dan SMP putri, serta kantor guru untuk pembelajaran siswa dan siswi Bustanul Muhibbin. Sekolah yang didirikan pemilik lahan dan mulai beroperasi di tahun ajaran baru ini.

Ketua Yayasan TCA mengaku kegagalan mediasi ini membuat pihaknya khawatir dalam satu tahun ke depan akan terjadi upaya pengambil alihan sebagian bangunan secara paksa. Padahal, pihaknya menilai keberadaan Bustanul Muhibbin yang saat ini sudah memulai proses belajar mengajar di sekitar halaman masjid serta rumah kosong di lokasi tak jauh dari TCA merupakan win-win solution. Mengingat jumlah peserta didiknya juga tidak sebanyak TCA.

“Ambil pas pertanyaan kedua, ada rasa khawatir kah? Khawatir pastilah, semua kami murid, orang tua murid, guru-guru, tetap ada rasa khawatir. Kalau terjadi upaya paksa mau mengambil gedung atau mau gembok dan sebagainya. Semoga itu tidak terjadi dan sekarang kan di lapangan sekolah Bustanul Muhibbin sejak 2 Agustus sudah berjalan di rumah-rumah kosong di komplek ini Agrabudi, ada di pendopo. Dan itu menurut kami win-win solution. Artinya, jika bisa tetap berjalan, sekolah bisa jalan berdampingan tanpa ada konflik. Diharapkan tidak ada lagi usaha intimidasi paksa dan sebagainya. Dan kami berharap itu ada perlindungan hukum lah dari para aparat penegak hukum. Jangan sampai ada usaha seperti kemarin lagi, mau menggembok atau spanduk dan sebagainya. Kami berharap semuanya tetap berfikir jernih, tidak emosional,” kata Firdaus, Ketua Yayasan Taman Cinta Al Quran.

“Oleh karena mediasi gagal, jadi nanti 16 Agustus, hari Rabu, kita kan sudah masuk ke sidang pokok perkara. Jadi harus bersabar lah semuanya sampai menunggu putusan hakim, sifatnya. Dan kita semua sebelum ada putusan hukum berharap tetap bisa berjalan sebagaimana biasanya,” tambahnya lagi.

Saat ini pun, demi berlangsungnya proses belajar mengajar, sebagian besar siswa dan siswi TCA harus menggunakan lorong kelas serta ruang guru. Akibatnya, kepala sekolah SD, SMP, dan SMA harus baur di ruang tata usaha, sementara guru tetap bertahan di ruang kelas selama jam istirahat.

Sementara, karena mediasi tak memperoleh titik temu, pada bulan depan, yayasan akan memulai pembangunan gedung baru di Grand Purnama. Kendati donasi yang saat ini telah diterima hanya cukup untuk membangun pondasi. Selama satu bulan open donasi, pihak yayasan sendiri sudah mengantongi sebesar 320 juta rupiah. Sedangkan kebutuhan untuk membangun satu gedung saja diperkirakan mencapai 6 miliar rupiah.

Tim Liputan

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *