Masjid Bambu KH. Abdul Qadir Hasan Ditarget Rampung Akhir Desember 2020

DUTA TV KALSEL – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan siap menggeber pembangunan Mesjid Bambu KH. Abdul Qadir Hasan di Desa Kiram Kabupaten Banjar.

Proses pembangunan rumah ibadah ikonik yang menelan dana hampir Rp 12 milyar tersebut rencananya ditandai dengan penentuan arah kiblat pada Jumat 14 agustus 2020. “Besok dilaksanakan penentuan arah kiblat untuk mesjid Bambu Kiram karena masjid akan menjadi salah satu ikon pendukung wisata prioritas di Tahura Mandiangin dan sekitarnya,” ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kadis PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan Ir Roy Rizali Anwar, ST, MT

Sesuai desain, lanjut Roy, Mesjid Bambu Kiram nantinya akan dibangun dua tingkat dan memiliki luas ruang utama 15×15 atau berkapsitas kurang lebih 180 orang. Ruang utama akan ditempatkan pada bagian lantai atas. Sementara untuk lantai bawah akan didesain untuk tempat wudhu dan toilet. “Pembangunan masjid Agung ini dimulai tahun 2018 di mana dimulai dengan sayembara diikuti 33 peserta dengan 14 peserta yang mengirimkan dokumen, kemudian di 2019 dilakukan desain masjid dan 2020 awal sudah dimulai proses lelang dan kontrak agustus 2020,” ujar Roy lagi.

“Pembangunan mesjid bambu ini luas tanah sekitar 9447 m2 tanah hibah masyarakat sekitar ke pemerintah untuk dijadikan mesjid Bambu di kab Banjar. Luas bangunan bawah 610 m2 untuk tempat wudhu, kamar mandi dan tolet. Kemudian banguann atas 225 m2 untuk ruang utama mesjid dengna ukuran 15 kali 15 meter,” katanya.

Fiosofis Bambu, Feksibel, Kokoh, Berkembang dan Bermanfaat

Sementara itu, ide pembuatan mesjid Bambu Kiram ini sendiri muncul karena filosofis Bambu yang selama ini dikenal memiliki serabut tahan terpaan angin kencang dan memililiki fleksibiltas yang baik karena fleksibitas itu pula, Bambu tidak mudah patah alias kokoh menahan erosi. Bambu juga dikenal tumbuh berkembang dengan segudang manfaat bagi lingkungan sekitar.

Bentuk Masjid ‘Simpan Sejarah’ Peradapan Islam dan Wisata ‘Kehidupan’ di Banua

Tak hanya unik karena mengusung konsep Bambu, bentuk masjid yang akan dibangun juga mengambil arsitektur mesjid Islam tertua yang ada di Kaliamtan Selatan. Masjid yang menjadi simbol sejarah peradapan Islam di banua yakni Masjid Sultan Suriansyah Banjarmasin. Sebagai pelengkap, bangunan mesjid nantinya akan dipadukan dengan konsep ‘Balanting Bambu’ yang selama ini dikenal sebagai salah satu andalan wisata di kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.

Bentuk dan pola sungai yang berliku memiliki jeram yang menantang identik dengan pola kehidupan manusia yang selalu dihadapkan pada godaan dan tantangan.

Reporter: Muhtar Kusuma Atmaja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *