Masih Ada Diskriminasi Terhadap ODHIV di Dunia Pendidikan

Banjarmasin, DUTA TV Koalisi Peduli HIV AIDS Kalsel menggelar pertemuan multistakeholder, di salah satu hotel di Banjarmasin belum lama tadi, dengan mengundang sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Banjarmasin, sebagai peserta.

Agenda juga menghadirkan sejumlah perwakilan dari instansi terkait, seperti Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel, Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, dan Kemenag.

Pertemuan itu membahas isu diskriminasi orang dengan HIV, atau ODHIV khususnya di dunia pendidikan. Salah satu anggota Koalisi Peduli HIV AIDS Kalsel, siti zubaidah, mengungkapkan, hingga kini masih banyak stigma negatif kepada ODHIV, dan menjadi salah satu pangkal permasalahan adanya diskriminasi tersebut.

“Ini hari kedua kami mengundang dari Dinas Pendidikan Provisnsi Dinkes, dan Kemenag, untuk membahas stigma dan diskriminasi di dunia pendidikan. Dari Dinas Pendidikan Pengetahuan tentang data, Disdik Apresiasi, kita bakalan ada tindak lanjutnya banyaknya stigma dan diskriminasi di Oda, kami mengundang mereka agar tidak ada lagi diskriminasi, karena ODHIV menyerang di usia produktif,” kata Situ Zubaidah anggota Koalisi Peduli HIV AIDS Kalsel.

“Tujuannya tahun 2000 berapa itu berhenti biaya Global Fun, karena menurut Global Fun Indonesia negara yang sudah maju jadi diputus subsidi untuk obat-obat HIV, ketika diputus harusnya menjadi biaya di Indonesia mempersiapkan itu jadi tidak terburu-buru. Jadi melakukan audiensi pada stake holder. Harapannya bisa hilangnya stigma mengenai HIV itu di lingkup kerja pendidikan,” kata Alwi Ketua Koalisi Peduli HIV AIDS Kalsel.

Dalam agenda turut pula dibahas terkait rencana pencabutan subsidi obat-obatan pada negera yang dinilai sudah maju seperti Indonesia, oleh Global Fund.

Reporter : Zein Pahlevi

Asiah

Uploader.

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *