Mari Belajar Dari Metamorfosis Kupu-Kupu

Filosofi paling sakral dari kupu-kupu adalah perubahan yang dikenal dengan sebutan metamorfosis. Berawal dari seekor ulat kemudian menjadikan dirinya berada dalam kesunyian (kepompong), hingga akhirnya menjadi kupu-kupu. Tahapan demi tahapan ini harus dilalui tanpa satupun yang terlewatkan. Ulat tidak akan pernah menjadi kupu-kupun tanpa menjadi kepompong telebih dahulu.
Terkadang dalam hidup kita mengharapkan keberhasilan atau pencapaian yang besar dengan jalan pintas atau boleh dibilang dengan cara yang instan. Memang kemudian banyak yang berhasil dengan cara – cara singkat semacam itu, namun percayalah bahwa keberhasilan yang diperoleh dengan cara instan akan berakhir dengan instan pula.
Untuk berubah menjadi kupu-kupu dengan sayap yang indah dengan sayap yang kuat dibutuhkan perjuangan yang tidaklah mudah. Karena perjuangan adalah sesuatu yang kita perlukan dalan hidup. Jika tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan dan perjuangan. Itu mungkin justru akan melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat semestinya yang dibutuhkan untuk menopang cita-cita dan harapan yang kita impikan.
Beranilah untuk berubah, bulatkan tekad untuk berjuang. Jangan mengharapkan jalan pintas, karena kepintasan dan ketergesa – gesaan hanya akan membuat kita menjadi manusia yang “prematurâ€. Untuk menjadi diri kita yang sesungguhnya niatkanlah untuk berubah dan terus menjadi pribadi yang lebih baik seperti  kupu-kupu yang menghiasi alam. Yakinlah bahwa selalu ada makna dan keindahan dalam setiap moment hidup yang telah kita lalui.
“Jika tak ada yang berubah maka takkan pernah ada perubahanâ€
Â
Instagram : @yoezman_azriadie





